SAMPANG, koranmadura.com – Puluhan tenaga medis di Puskesmas Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur dirumahkan setelah satu petugas medis dinyatakan positif terjangkit Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Petugas medis positif Corona yang bertugas di Puskesmas Tanjung itu berasal dari Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Ia dinyatakan positif setelah menjalankan tugasnya sebagai pendamping pelatihan haji terintegrasi di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada 9-18 Maret 2020 lalu.
Ketua Klaster Bidang Kesehatan, Tim Satgas Penanganan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sampang, Asrul Sani menegaskan, petugas medis yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu merupakan warga Pamekasan, namun bertugas di Puskesmas Tanjung, Kecamatan Camplong. Pihaknya menceritakan, usai bertugas di Surabaya, satu petugas medis itu hanya sekitar tiga hari masuk kerja ke Puskesmas Tanjung.
“Nah, untuk kontak tracing anggota keluarganya yang ngurus adalah Satgas Covid Pamekasan. Tapi untuk tracing terhadap para petugas medis yang dimungkinkan kontak dengannya yaitu dilakukan oleh Satgas Covid Sampang. Usai pelatihan haji, dia ke Puskesmas saja selama tiga hari, tapi tidak full masuk kerja karena kondisinya sakit,” katanya, Selasa, 14 April 2020.
Dengan kondisi itu, lanjut Asrul sapaan akrab Asrul Sani menegaskan kemudian melakukan pelacakan terhadap para petugas medis lainnya yang kemungkinan sudah kontak dengan petugas yang positif itu.
“Semua yang kemungkinan kontak seperti bersalaman, ngobrol, atau sekantor, kami lakukan rapid tes pada Senin, 13 April kemarin. Kami sudah lakukan rapid tes terhadap 20 petugas medis Puskesmas Tanjung,” jelasnya.
Meski total sebanyak 58 petugas medis yang bekerja di Puskesmas itu, Asrul menegaskan hanya terdapat 30 petugas yang terindikasi kontak langsung sebagaimana berdasarkan hasil penelusuran.
“Nah yang 10 petugas sisanya, masih belum diputuskan apakah dirapid tes atau langsung dilakukan swab. Tapi semua petugas medis di sana diisolasi mandiri di rumah masing-masing. Jadi, meski ada 58 tim medis, di sana itu memberlakukan kerja shift, jadi tidak semua petugas melakukan kontak dengan petugas yang positif itu,” terangnya.
Ditanya soal kondisi 30 petugas itu, Asrul mengatakan hingga sejauh ini masih belum menunjukan adanya gejala mirip Covid-19.
“Memang kemarin ada yang sempat batuk tapi sudah di rapid tes, dan hasilnya negatif,” klaimnya.
Terkait penggolongan status, Asrul menggolongkan 30 petugas medis yang terindikasi kontak dengan pasien positif Covid-19 ke dalam kategori Orang Dalam Resiko (ODR).
“Yang kontak dengan dia (petugas medis positif), itu masuk ODR. Tapi kalau sudah ada gejalanya seperti batuk, pilek ya masuk ODP. Tapi yang jelas, baik ODR atau ODP semuanya harus isolasi mandiri selama 14 hari. Karena kuncinya pemutusan mata rantai penyebaran covid di situ,” jelasnya.
Akibat petugas medisnya dilakukan isolasi, Asrul mengaku pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanjung ditutup sementara selama seminggu lamanya.
“Kantor Puskesmas dilakukan disinfeksi, kemudian layanan kesehatan dialihkan ke Pustu, Polindes dan Puskesmas area Desa Camplong,” jelasnya. (Muhlis/SOE/DIK)