SUMENEP, koranmadura.com- Virus Corona atau Covid-19 yang kian meluas membuat sejumlah pihak bersatu memerangi virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China tersebut.
Seperti yang dilakukan oleh Satgas Gabungan Covid-19 Kecamantan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Bersama Koran Madura dan Polsek setempat, Satgas terus pasang padan melawan Corona.
Selain melakukan penyemprotan disinfektan, menggalang donasi, memonitor pembentukan rewalan desa, membantu APD tenaga medis, bagikan masker gratis, Satgas juga mengedukasi masyarakat dengan cara menyebar banner berukuran besar di sejumlah titik perbatasan masuk Dungkek, Rabu, 15 April 2020.
Pantauan, Satgas Covid bersama Koran Madura dan Polsek memasang banner ‘raksasa’ yang berisi ajakan dan edukasi melawan Covid-19 itu dimulai dari perbatasan Gapura-Dungkek, tepatnya di pintu masuk Desa Jadung-Grujugan. Kemudian, tim berlanjut ke perbatasan zona tengah, tepatnya di perempatan Pasar Candi.
Setelah itu, banner raksasa juga dipasang di perbatasan zona utara, yaitu Desa Lombang-Bunginbungin. Selain itu, banner besar juga terpantau terpasang di pusat keramaian Dungkek.
Ajakan dan edukasi berisi agar warga patuh pada imbauan pemerintah, seperti stay at home, jaga jarak, hindari kontak fisik, pakai masker ketika hendak keluar rumah hingga selalu cuci tangan pakai sabun. Selain itu, juga segera periksa ke Puskesmas setempat bagi warga yang baru datang dari daerah pandemi Corona.
Penjab Satgas Satgas Covid-19 Dungkek, Moh Syarwini mengungkapkan bahwa selain mengedukasi masyarakat dengan banner raksasa, pihaknya juga mengedukasi masyarakat melalui media sosial.
“Selain manual, kita sebar imbauan dan edukasi melalui media sosial. Sebab masyarakat juga sangat dekat dengan FB, WA hingga IG,” katanya saat memasang banner edukasi.
Pria yang menjabat sebagai Ketua PAC GP Ansor Dungkek ini menjelaskan, gerakan Satgas bentukan Banom NU bersama Forpimka dan IAA Dungkek ini juga sudah selesai melakukan beberapa gerakan.
Seperti penyemprotan disinfektan ke sejumlah tembat ibadah dan fasilitas umum, bagi-bagi masker ke masyarakat, sidak desa pembentukan rewalan dan posko hingga menggalang donasi untuk membantu APD medis dan relawan.
“Kami juga selalu berkoordinasi dengan Posko Utama Covid-19 Dungkek di Puskesmas. Terutama urusan warga yang datang dari daerah pandemi Covid, seperti Jakarta, Malang, Bali, dll. Selain itu, kami juga menggandeng dengan Koran Madura terkait update data informasi terkait Corona,” jelasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polsek Dungkek, Bripka Arif Rahman mengimbau kepada seluruh warga, lebih-lebih masyarakat Dungkek untuk patuh pada imbauan pemerintah. Salah satunya, tak boleh berkerumun dan budayakan pakai masker.
“Kami selalu bersama Satgas Dungkek. Termasuk hari ini, mengedukasi masyarakat dengan memasang banner raksasa tiap perbatasan. Sesuai perintah Kapolsek, setiap anggota harus selalu sigap,” katanya usai pasang banner bersama pengurus Satgas.
Pihaknya berharap, masyarakat tidak panik, tetapi tetap harus waspada. “Laporkan ke desa jika ada warga baru datang dari daerah pandemi. Jangan panik, tetap waspada. Juga warga tidak boleh berkerumun, apalagi menggelar acara-acara yang mengundang massa. Itu sudah maklumat Kapolri,” tegasnya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Koran Madura, Syamsuni mengaku sangat mengapresiasi gerakan Satgas Covid-19 Dungkek. Menurutnya, Corona tak bisa dilawan hanya dengan satu senapan. Sehingga perlu bersatu.
“Saya melihat, gerakan yang dibangun atas kesadaran bersama melalui Satgas gabungan di Dungkek ini perlu diapresiasi. Sebab, benar-benar solid melawan Covid,” jelasnya.
Pria yang kerap dipanggil Soe itu juga mengapresiasi sikap pemerintah yang bersikap terbuka pada publik dalam menghadapi masalah virus Corona. “Artinya, politik solidaritas sosial yang diambil pemerintah membuat seluruh masyarakat itu bahu membahu dalam memutus mata rantai virus Corona. Sebagai media yang dipercaya publik, kami juga merasa terbantu mengabarkan Corona tanpa kepanikan,” jelasnya.
Selama ini, lanjut Ketua IAA Cabang Dungkek ini, Koran Madura juga bergerak dalam hal memberikan informasi yang edukatif terhadap publik. Koran Madura juga sangat hati-hati menginformasikan terkait Covid-19.
“Kami selalu berusaha tidak spekulatif, dan tidak menimbulkan kepanikan masyarakat. Termasuk hati-hati menggunakan diksi secara tepat dan tidak terkesan mendramatisir atau menakut-nakuti. Termasuk kami juga langsung menindak lanjuti beberapa informasi yang kerap beredar luas. Karena kami terdepan melawan hoaks,” jelasnya. (TIM/VEM)
