SAMPANG, koranmadura.com – Mohammad Badrut Tamam (18), remaja Kelas XII IPA SMAN 3 Sampang asal Jalan Kramat I Gg A, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Madura, Jawa Timur ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi pada Jumat, 10 April 2020 kemarin.
Kasubag Humas Polres Sampang, Aipda Yoyok YP menceritakan, Badrut Tamam ditemukan gantung diri di kamar mandi samping rumahnya sendiri olej Sutina (orang tuanya) dan Vivin (saudarinya), sekitar pukul 16.30 WIB.
Kala itu, Sutina bersama Vivin baru pulang dari tempat jualan kopi di Pasar Srimangunan sekitar pukul 16.00 WIB, dan hanya melihat sepeda motor milik almarhum terparkir di rumahnya.
“Ketika dipanggil, Badrut tidak menyaut dan disangka masih belum pulang bermain. Hingga pukul 16.30 WIB, ibu korban kemudian menelepon Badrut dan ternyata ponselnya berdering di kamar mandi,” ujarnya, Sabtu, 11 April 2020.
Karena penasaran, kemudian Ibu Sutina mencoba mengintip di sela-sela pintu kamar mandi. Setelah berhasil mengintip ke dalam kamar mandi, Sutina terkejut bukan kapalang saat melihat putranya dalam kondisi tergantung.
“Karena kaget, Sutina mencoba membuka pintunya namun dalam kondisi terkunci dari dalam. Karena terkunci, ibu Sutina lantas berteriak minta tolong kepada tukang becak yang biasa mengantarnya ke pasar untuk mendobrak pintu kamar mandi itu. Setelah berhasil sang ibu pun menangis histeris karena melihat anaknya yang dalam posisi tergantung lehernya sudah tak bernyawa lagi,” jelasnya.
Dalam peristiwa tersebut, Aipda Yoyok mengaku mengamankan satu buah sarung berwarna ungu dan seutas tali tampar berwarna biru yang digunakan korban saat mengakhiri hidupnya.
“Pihak keluarga tidak mempermasalahkan adanya peristiwa ini, karena pihak keluarga menyadari peristiwa itu karena bunuh diri,” jelasnya. (Muhlis/SOE/VEM)