SUMENEP, koranmadura.com – Dalam beberapa waktu terakhir, nyaris seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, perhatiannya fokus terhadap penanganan dan antisipasi penyebaran Covid-19. Tak terkecuali di Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Namun terlepas dari tema virus Corona tersebut, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi terjadinya bencana alam. Mengingat saat ini Sumenep sudah masuk masa peralihan musim atau pancaroba.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kaliamget, Usman Holid menyampaikan, selama masa pancaroba ada beberapa potensi bencana alam yang perlu diwaspadai akibat cuaca ekstrem.
“Cuaca ekstrem yang biasanya terjadi selama masa pancaroba di antaranya adalah angin kencang, puting beliung, petir, dan hujan lebar berdurasi singkat,” tutur Usman.
Sementara mengenai awal musim kemarau tahun 2020 di wilayah Kabupaten Sumenep, menurut dia berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian kecamatan ada pada dasarian satu sampai dua Mei, ada pula yang pada dasarian satu sampai dua Juni.
“Tapi bukan berarti saat masuk musim kemarau itu langsung tidak ada hujan sama sekali. Tetap ada, tapi sudah berkurang. Dalam satu dasarian itu sudah kurang dari 50 milimeter curah hujannya,” tambahnya, menjelaskan. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)