SUMENEP, koranmadura.com – Jumlah warga Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) beberapa waktu lalu, 12 April 2020, sempat turun hingga menyentuh angka 30 orang.
Namun per hari ini, Selasa, 14 April 2020, hingga pukul 15.00 WIB., jumlah ODP di kabupaten paling timur Pulau Madura mengalami kenaikan cukup drastis, yaitu mencapai 73 orang.
Data tersebut sebagaimana peta sebaran Covid-19 se Kabupaten Sumenep yang dipublikasikan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melalui akun instagramnya, dinkes_sumenep.
Bahkan jumlah ODP itu mengalami peningkatan sebanyak 29 orang dari data yang dipublikasikan sebelumnya, 44 orang, hari ini hingga pukul 07.00 WIB.
Adanya peningkatan jumlah ODP ini seiring dengan masih terus bertambahnya jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG), sebelumnya disebut Orang Dengan Risiko (ODR), di Sumenep yang kinu mencapai 22.445. Padahal di data sebelumnya, jumlah OTG di Sumenep masih sebanyak 21.825 orang.
Sementara jumlah warga yang sudah selesai menjalani masa pemantauan selama 14 hari, orangnya sehat tanpa gejala, ialah 173 orang. Masih sama dengan data sebelumnya.
Sekadar diketahui, ODP adalah orang yang mengalami demam (≥380C) atau riwayat demam; atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.
Orang tersebut pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara atau wilayah yang melaporkan transmisi lokal.
Selain itu, ODP juga adalah orang yang mengalami gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi Covid-19. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)