SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah akan memberikan insentif berupa bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 di desa. Bantuan tersebut akan disalurkan Rp 600 ribu per keluarga penerima manfaat.
Di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga sekarang pemerintah setempat masih melakukan pendataan terhadap siapa saja yang akan menerima bantuan dimaksud.
“Sekarang masih pendataan. Ini tanggal 23 terakhir untuk pendataan penerimanya,” ungkap Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Senin, 20 April 2020.
Menurut dia, pendataan dilakukan supaya dalam praktiknya tidak sampai terjadi tumpang tindih, dalam artian masyarakat yang sudah dapat bantuan dari satu program tidak lagi mendapat bantuan program ini.
“Sehingga nantinya masih ada ruang bagi fakir miskin yang tidak dapat apa-apa dari pemerintah untuk dimasukkan sebagai penerima BLT,” tambah orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini.
Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumenep, Hairul Anwar meminta pemerintah agar segera mencairkan bantuan kepada masyarakat, salah satunya BLT. Hal itu untuk memulihkan ekonomi masyarakat di tengah bencana nasional.
“Ekonomi ini perlu diselamatkan karena sudah kering sekali. Untuk itu pemerintah perlu segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat, salah satunya BLT. Karena logikanya, bagaimana ekonomi bisa pulih kalau alat transaksinya tidak ada,” katanya.
Menurut dia, kondisi ekonomi di kwartal pertama tahun 2020 sudah minus 0,4 persen. Bahkan diperkirakan akan semakin buruk. Hal itu disebabkan masyarakat mulai membatasi diri keluar rumah untuk mengantisipasi menularnya Covid-19. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)