SUMENEP, koranmadura.com – Sejak awal Ramadan lalu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, termasuk zona merah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.
Kendati demikian, kondisi Sumenep sebagai zona merah setelah ada empat orang dinyatakan positif Covid-19 rupanya tak membuat “nuansa” Ramadan menjadi hilang.
Aktivitas ekonomi masyarakat, seperti jual beli takjil, di pinggir-pinggir jalan setiap sore atau menjelang buka puasa tetap ramai. Salah satunya seperti terlihat di Jl. KH. Sajad, Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota.
Di sana, tiap menjelang buka puasa selalu ramai dengan aktivitas warga yang berburu takjil. Bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya, banyak warga yang datang ke tempat tersebut mengenakan masker.
Selain pedagang dan pembeli berbagai bahan makanan dan jajanan untuk persiapan buka puasa, di sepanjang jalan tersebut juga tampak berlalu lalang para pengendara.
Mengenai hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep Edi Rasiyadi menegaskan bahwa, pihaknya tidak memfasilitasi aktivitas masyarakat yang seperti itu.
“Kami, Pemkab Sumenep tidak memfasilitasi kegiatan masyarakat seperti itu,” ujar mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep itu.
Menurut dia, kegiatan ekonomi masyarakat tidak bisa serta merta dilarang. Sebab hal itu berhubungan dengan urusan “perut”.
Namun demikian, pihaknya mengimbau masyarakat, baik penjual maupun pembeli, senantiasa mematuhi imbauan pemerintah, di antaranya menjaga jarak, memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun dan sebagainya. (FATHOL ALIF/SOE/VEM)