BANGKALAN, koranmadura.com – Sa’roni (24), asal Desa Kranggan Barat, Tanah Merah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, harus berhenti sementara waktu berjualan papeda. Hal itu di sebabkan oleh virus Corona, alias Covid-19. Sa’roni pun mendapat bantuan sembako dari MH. Said Abdullah.
Pria yang masih terbilang cukup muda dan belum punya istri itu berjualan papeda dengan berkeliling menggunakan kendaraan roda dua. Demi menafkahi kakek dan kedua orang tuanya, ia berpindah dari sekolah ke sekolah dasar lainnya demi mendapatkan keuntungan.
Semenjak pemerintah pusat melalui Kemendikbud secara resmi meliburkan kegiatan belajar mengajar di bangku sekolah, dia pun terpaksa berhenti jualan papeda. “Yang menanggung biaya hidup keluarga saya. tapi saya berhenti jualan papeda, karena sekolah-sekolah yang sering saya datangi libur,” katanya, Senin, 11 Mei 2020.
Selama berhenti jualan, dia tidak memiliki pemasukan. Namun demikian, untuk mengisi kekosongan aktivitas, setiap hari Sa’roni menjaga musala. “Setiap harinya jaga musala, waktunya azan, saya azan. Mau jualan masih belum bisa,” tuturnya.
Ketika mendapat bantuan sembako dari MH Said Abdullah, Sa’roni merasa senang. Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.
“Bantuan sembako itu sangat berguna, bisa membantu saya dengan keluarga saya, karena saya saat ini belum bisa bekerja,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Said Abdullah Institut (SAI) Kabupaten Bangkalan Safi’ menyampaikan, bantuan sembako yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian MH Said Abdullah kepada masyarakat kota dzikir dan shalawat yang terdampak Covid-19.
“Bentuk kepedulian MH. Said Abdullah, karena beliau merasa ikut punya tanggung jawab moral untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Corona,” tuturnya.
Safi’ berharap, bantuan sembako bermanfaat kepada masyarakat kabupaten paling barat di pulau Madura ini. “Semoga bisa meringankan beban masyarakat dan juga semoga bantuan dari MH. Said Abdullah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu,” tutupnya. (MAHMUD/ROS/VEM)