SAMPANG, koranmadura.com – Rencana pemulangan tiga jenazah Pekerja Migran Indonesi (PMI) atau TKI yang bekerja di negara Malaysia asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur tertunda akibat kekurangan sarana transportasi udara atau pesawat terbang.
Kasi Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Kabupaten Sampang, Agus Sumarso mengatakan, penundaan pemulangan ketiga jenazah TKI Malaysia asal Sampang tersebut lantaran sarana transportasi udara (pesawat) tidak ada.
“Tadi malam rencana dua jenazah yang akan dipulangkan ke Sampang, karena tidak ada pesawat akhirnya dicancel,” Jumat, 1 Mei 2020.
Menurut Sumarso sapaan akrab Agus Sumarso, sebelumnya terdapat dua jenazah yang hendak dipulangkan lebih awal yaitu Sahwar (57), warga Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah dan Samito (45), warga Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang.
“Awalnya ada tiga jenazah yang akan dipulangkan. Berhubung tidak kebagian pesawat, satu jenazah atas nama Marwaki (44), warga asal Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, ditunda. Sehingga dua jenazah yang direncanakan terbang pada Kamis, 30 April 2020 kemarin. Tapi berdasarkan informasi terakhir, ternyata kedua jenazah itu juga tidak bisa dipulangkan karena tidak ada pesawat meski sebelumnya kedua jenazah ini sudah mengantongi tiket pemberangkatan yang terjadwal Kamis kemarin,” jelasnya.
Sumarso menegaskan, penundaan pemulangan jenazah karena tidak adanya pemberangkatan pesawat Garuda dari Indonesia ke negara Malaysia.
“Garuda kan pesawat Indonesia. Dan pemberangkatan ke Malaysia tidak ada, makanya dicancel,” tegasnya.
Saat ini, lanjut Sumarso, sapaan Agus Sumarso, ketiga jenazah masih berada di Malaysia. Namun untuk jadwal penerbangannya ke Indonesia masih menunggu jadwal penerbangan selanjutnya.
“Mereka tetap akan dipulangkan, hanya saja menunggu giliran pesawat saja,” ungkapnya.
Pihaknya menegaskan, ketiga jenazah warga Sampang tersebut meninggal di perantauan bukan karena paparan virus corona yang mendunia itu, melainkan menderita komplikasi, strok, darah tinggi, kencing manis.
“Mereka meninggal bukan karena corona, melainkan sakit komplikasi, strok, darah tinggi, kencing manis,” katanya.
Berdasarkan data yang dimilikinya, sejak Januari 2020 lalu, diakuinya sudah ada sebanyak 25 jenazah TKI Malayasia asal warga Sampang yang sudah dipulangkan.
“Yang banyak itu sekarang, pada April saja ada 10 jenazah. Kalau Maret kemarin cuma satu jenazah dan Januari, delapan.Tapi sejak pandemi Covid-19, jenazah TKI Malaysia yang dipulangkan ke Sampang yaitu ada 11 jenazah,” pungkasnya. (Muhlis/SOE/DIK)