SUMENEP, koranmadura.com – Jelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah jumlah pengunjung Pasar Anom Baru Sumenep, Madura, Jawa Timur, meningkat tajam. Padahal pandemi Covid-19 belum usai.
Tak tanggung-tanggung, peningkatan jumlah pengunjung pasar tradisional terbesar di Sumenep ini mencapai empat hingga lima kali lipat dari hari-hari biasanya.
“Sangat melonjak. Kenaikannya bisa empat kali hingga lima kali lipat dari biasanya,” ungkap Kepala UPTD Pasar Anom Baru Sumenep, Purnomo Subagyo, Senin, 18 Mei 2020.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona baru atau Covid-19, sejak empat hari lalu semua masyarakat yang beraktivitas di pasar, baik pedagang maupun pembeli, wajib memakai masker.
Untuk memastikan seluruh pengunjung pasar mengenakan masker, sejumlah petugas disiagakan di pintu utama masuk di sisi barat. Mereka mencegat semua pengunjung yang tak mengenakan masker.
Selain pengunjung, tukang becak dan sopir yang tak mengenakan masker juga tak luput dari “razia”. Tidak ada sanksi serius bagi mereka yang tak mengenakan masker. Namun mereka hanya diminta kembali atau tidak masuk ke area pasar.
“Itu kami lakukan kalau kebetulan petugas kami tidak punya persediaan masker. Kalau kebetulan ada masker, maka kami beri secara gratis,” ungkapnya.
Selain itu, upaya lain yang dilakukan ialah menyediakan sejumlah fasilitas cuci tangan di area pasar. “Seperti di bundaran, di sana juga ada,” tambahnya. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)