PAMEKASAN, koranmadura.com – Puluhan pedagang dadakan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memadati Jl Kabupaten. Akibatnya arus lalu lintas tersendat.
Pedagang dadakan ini sudah mulai bermunculan sejak awal bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah atau 2020 Masehi.
Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Pamekasan, Mohammad Yusuf Wibiseno mengatakan para pedagang itu hanya berjualan saat bulan puasa.
“Mereka hanya bulan Ramadhan berjualan, tidak sepanjang tahun,” kata Yusuf Wibiseno, Rabu, 13 Mei 2020.
Menurut dia, sebelum bulan suci Ramadhan, jalan kabupaten relatif bersih dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Tetapi saat memasuki bulan suci Ramadhan, banyak pedagang dadakan bermunculan, seperti penjual krupuk dan takjil.
Kondisi seperti itu, sambung pria yang akrab dipanggil Yusuf, yang kemudian memancing PKL lama kembali berjualan di jalan protokol tersebut.
Satpol PP menolak disebut membiarkan pedagang dadakan tersebut berjualan. Menurut dia pihaknya bersama dinas Koperasi dan UMKM masih mencari solusi.
“Di sana ( di Jl Kabupaten) ada petugas Satpol PP yang menjaga. Jika pedagang meluas hingga ke jalan raya, maka langsung ditertibkan agar tidak menganggu arus lalu lintas,” ungkapnya.
Menurutnya pedagang dadakan dan PKL yang berjualan di jalan Kabupaten tidak sampai 100 pedagang. Namun hanya puluhan pedagang.
“Pengakuan mereka hanya ingin berjualan di bulan Ramadhan. Karena ini urusan perut maka perlu dicarikan solusi,” terangnya.(RIDWAN/FAT/VEM)