SUMENEP, koranmadura.com – Jumlah pengunjung Pasar Anom Baru Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalami peningkatan dari biasanya jelang lebaran atau hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Apakah pandemi Covid-19 tidak berpengaruh?
“Adanya pandemi seperti sekarang, sepertinya, kalau di sini tidak berpengaruh sama sekali. Masyarakat tetap banyak yang datang ke pasar,” ungkap Kepala UPTD Pasar Disperindag Sumenep, Purnomo Subagyo.
Namun demikian, untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona baru atau Covid-19, seluruh pedagang dan pengunjung pasar diwajibkan mengenakan masker. Bahkan sejak beberapa hari terakhir dilakukan “razia” di pintu utama masuk pasar.
Para petugas meminta setiap pengunjung yang hendak masuk pasar harus memakai masker. Jika tidak mereka akan diminta untuk balik arah. Tidak hanya pengunjung, tukang becak dan sopir juga diperlakukan sama.
Meski begitu Pur, sapaan akrab Kepala UPTD Pasar, mengakui bahwa tidak semua masyarakat di pasar, pedagang dan pengunjung, yang mematuhi aturan tersebut. Beberapa masih mengabaikan.
“Secara umum atau sebagian besar sudah memakai. Hanya beberapa orang tidak memakai. Perbandingannya mungkin dari 10 hanya 1 orang tidak memakai,” ungkap pria yang akrab disapa Pur itu.
Menurut dia, menjelang hari raya Idul Fitri kali ini jumlah pengunjung Pasar Anom Baru meningkat hingga lima kali lipat dari biasanya. “Kenaikannya antara empat sampai lima kali lipat,” tambahnya. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)