SUMENEP, koranmadura.com – Puluhan desa di lingkungan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga sekarang belum menyalurkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) kepada masyarakatnya.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Moh. Ramli. Hanya saja dia tidak merinci desa apa saja yang belum menyalurkan bantuan untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19 itu.
Menurut mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) itu, saat ini di Sumenep sudah sekitar 70 persen desa mencairkan BLT-DD, atau sekitar 260 desa lebih dari 330 desa.
“Desa yang sudah menyalurkan BLT DD sudah 70 persen, sekitar 260 desa lebih baik yang tersebar di daratan dan kepulauan,” ujar Ramli, Selasa, 19 Mei 2020.
Dengan begitu, sambungnya, sekarang masih ada 60 desa lebih di kabupaten Sumenep ini yang belum menyalurkan BLT DD kepada masyarakat. “Kalau sosialisasi kepada seluruh desa, saya rasa kami sudah maksimal,” tegasnya.
Selebihnya, Ramli juga menjelaskan terkait rumus realisasi BLT DD untuk penanganan pandemi Covid-19. Menurut dia, untuk desa yang anggaran DD-nya Rp 800 juta ke bawah, maka harus mengalokasikan BLT maksimal 25 persen.
Sedangkan bagi desa yang memiliki anggaran DD Rp 800 juta sampai 1,2 miliar, maka maksimal 30 persen. Kemudian desa yang anggaran DD-nya Rp 1,2 miliar ke atas, alokasi BLT maksimal 35 persen. (FATHOL ALIF/SOE)