SAMPANG, koranmadura.com – Meski grafik peningkatan Covid-19 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menunjukkan peningkatan signifikan, namun pemerintah setempat tetap mempersiapkan skenario di lingkungan sekolah jika new normal benar-benar diberlakukan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Noer Alam menyatakan, hingga saat pihaknya masih menunggu Surat Edaran (SE) resmi dari Gubernur Jawa Timur terkait keputusan kembali memperpanjang masa belajar di rumah.
Menurutnya, masa belajar daring di wilayahnya akan berakhir pada 2 Juni 2020 mendatang.
“Perpanjangan belajar di rumah sebelumnya akan berakhir pada 2 Juni 2020 mendatang. Semisal nanti akan diterapkan skenario new normal, maka pasti sebelum surat edaran sebelumnya berakhir dipastikan ada pemberitahuan resmi dari Gubernur Jawa Timur,” jelasnya, Sabtu, 30 Mei 2020.
Meski skenario new normal akan diterapkan, pihaknya mengaku masih belum meyakini dapat diterapkan di wilayahnya mengingat grafik sebaran paparan covid-19 di Sampang masih menunjukan peningkatan.
Meski begitu, pihaknya mengaku telah mempersiapkan manakala skenario new normal benar-benar diterapkan dan pembelajaran kembali aktif seperti sedia kala. Bahkan pihaknya sudah menggelar rapat internal dengan Tim Satgas Covid-19 Kabupaten setempat.
“Selain menunggu pemberitahuan dari Provinsi kami juga menunggu langkah dari Satgas kabupaten. Apabila nanti dibolehkan sekolah masuk, maka pihak kepala sekolah harus mempersiapkan kelengkapan segalanya berkenaan dengan penerapan protokol kesehatan seperti penyemprotan kelas, menyiapkan masker, alat cuci tangan dengan air mengalir dan semacamnya,” jelasnya.
Selain itu, semua sekolah juga harus menerapkan physical distancing dengan mengatur jarak duduk kursi antar siswa. Sehingga satu meja satu siswa. Bahkan nanti juga diberlakukan shift belajar, karena ada pengurangan jumlah siswa dalam kelas.
“Nanti juga akan diterapkan Physical Distancing (jaga jarak) seperti mengatur kursi duduk, pengurangan jumlah siswa di dalam kelas dengan penerapan shift jam belajar,” pungkasnya. (Muhlis/SOE/VEM)