SAMPANG, koranmadura.com – Dari 300 kuota alat tes cepat (rapid test) layanan gratis dari PT Pelindo III yang diperuntukan kepada pengunjung Pelabuhan Tanglok, Kelurahan Banyuanyar, dan masyarakat pesisir, ternyata hanya digunakan sebanyak 246 orang.
“Dari 300 alat yang kami sediakan, terpakai 246 alat. Untuk hasil reaktif atau non reaktifnya, langsung konfirmasi ke Dinas Kesehatan setempat,” ujar Tim Pelaksana Kegiatan Rapid Tes Pelindo III, Erik Amri saat dikonfirmasi koranmadura.com, Kamis, 11 Juni 2020.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi menyebutkan, rapid tes yang digelar di pelabuhan Tanglok yaitu digunakan sebanyak 246 alat. Dari 246 alat yang digunakan diketahui ada sebanyak 19 hasil rapid yang menunjukan reaktif.
“Dari hasil rapid test terhadap 246 warga tersebut, ternyata ada 19 orang dinyatakan reaktif,” terangnya.
Oleh karena itu, bagi warga yang hasil rapid testnya menunjukan reaktif, maka dianjurkan untuk isolasi mandiri dan mematuhi imbauan pemerintah dengan menerapkan pola hidup sehat dengan melaksanakan protokol kesehatan.
“Untuk 19 orang yang dinyatakan reaktif, kami akan melakukan pemantauan dan jika dirasa perlu akan di swab tes,” katanya.
Sekadar diketahui, Pelabuhan Tanglok meruoakan sarana dermaga untuk keluar masuknya warga Kepuluan Mandangin dan sebaliknya. (MUHLIS/ROS/VEM)