SUMENEP, koranmadura.com – Dalam beberapa bulan terakhir, pemberitaan tentang pandemi Covid-19 cukup dominan. Termasuk di Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Padahal, di kabupaten paling timur Pulau Madura ini ada penyakit lain yang tak kalah “mengerikan” penularannya daripada Covid-19, dan harus menjadi perhatian serius pemerintah, yaitu tuberkolosis atau TBC.
Data yang berhasil dihimpun media ini, pada awal 2020 lalu pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebut bahwa, sekitar 30 persen penduduk Sumenep terjangkit gejala TBC, tertinggi di Jawa Timur.
Baca: Pecah Rekor, Penderita TBC di Sumenep Tertinggi di Jawa Timur
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, tak menampik bahwa, belakangan ini informasi mengenai penanganan pandemi Covid-19 lebih dominan daripada TBC.
“TBC ini kalah populer dengan virus corona. Padahal realitanya juga di Sumenep banyak yang kena TBC. Makanya kami menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang memang perhatian khusus kepada TBC,” ujarnya, Senin, 29 Juni 2020.
Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini, di tengah perang melawan pandemi Covid-19 seperti sekarang, penanganan kasus TBC tetap menjadi prioritas pihaknya.
“TBC ini tetap menjadi prioritas kami untuk diminimalisir. Kalau bisa ‘dihabisi’ dari Sumenep ini,” tambah Bupati Sumenep dua periode ini. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)