PAMEKASAN, koranmadura.com – Oknum polisi di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menunjukkan sikap brutal saat mengamankan aksi demonstrasi tolak tambang ilegal oleh aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan.
Ketua Rayon Mandilaras PMII IAN Madura, Vicky, aktivis Komisariat PMII IAI Al-Khairat dan UIM Pamekasan, Yasin dan Khairul Umam, jadi korban pelampiasan amarah polisi masih berdarah muda.
Vikcy diduga kuat dipukul pakai tembak gas air mata yang mengakibatkan kepala Vicky bocor dan berlumur darah, sementara Yasin mengalami luka di dada, dan Khairul Umam lemas diamuk.
Aksi brutal oknum polisi terhadap aktivis ‘Bintang Sembilan’ itu membuat Pengurus Besar hingga Rayon PMII se-Indonesia mengecam tindakan represif oknum polisi tersebut.
Bahkan, Pengurus Cabang PMII se-Indonesia mulai menjalankan komunikasi untuk mengawal kasus pemukulan oknum polisi tersebut, mereka juga mendorong agar PMII Pamekasan tidak hanya fokus pada proses hukum oknum polisi, tetapi juga membongkar tambang ilegal di Pamekasan, yang jumlahnya mencapai 300 lebih.
Demo Perdana Selama Covid-19
Demo tolak tambang ilegal oleh PMII Pamekasan adalah aksi perdana selama Pandemi Covid-19. Mereka hanya meminta Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, menutup tambang ilegal yang merugikan warga sekitar lokasi tambang.
Menurut Ketua PMII Cabang Pamekasan, Mohammad Lutfi, aktivitas tambang ilegal di Pamekasan lebih ganas dari Virus Corona yang telah menewaskan 19 orang di Pamekasan.
Saat ini terdapat beberapa titik tambang ilegal longsor hingga menutup akses penduduk. Selain merusak lingkungan, tambang ilegal merugikan warga.
“Permintaan kami cukup sederhana, tutup tambang ilegal (galian C) di Pamekasan, selain melanggar undang-undang, juga merusak lingkungan, ini bahaya jika dibiarkan,” ungkap Lutfi.
Demo PMII Terapkan Protokol Covid-19
Aktivis PMII Pamekasan menggunakan masker saat melakukan aksi tolak tambang ilagal, langkah strategis itu diterapkan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19, aktivis yang ikut serta dalam aksi diintruksiian untuk ganti baju dan cuci tangan sekaligus mandi setelah demontrasi selesai.
“Kami juga memperhatikan protokol Covid-19, pake masker, cuci tangan, hingga mandi usai demo,” terang Lutfi. (RIDWAN/SOE/VEM)