SAMPANG, koranmadura.com – Tidak sedikit Tenaga Kesehatan (Nakes) di berbagai daerah yang bekerja di garda terdepan untuk mengatasi penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ikut terpapar, termasuk di Kota Bahari Sampang, Madura, Jawa Timur.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi menyatakakan, setidaknya hingga saat ini terdapat lima dokter di wilayahya yang telah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
“Dari lima dokter itu, satu meninggal dunia dan lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Agus kepada koranmadura.com, Selasa, 23 Juni 2020.
Lanjut Agus, selain dokter, kalangan nakes untuk perawat atau bidan diakuinya juga ada sebagian terkonfirmasi positif.
“Kalau yang perawat atau bidan ada lima orang,” paparnya.
Terpisah, Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Sampang, Zacky Sukmajaya mengatakan, dari internal organisasi profesi IDI, PPNI dan IBI sudah mengimbau kepada seluruh anggotanya untuk selalu mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat melaksanakan kegiatan profesinya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta untuk membatasi jam praktek dan membatasi pula jumlah pasien yang akan dilayani. “Yang paling penting, lakukan screening pasien dengan ketat,” pintanya.
Namun begitu, pihaknya tidak memungkiri bahwa banyak kendala yang dihadapi di lapangan.
“Terutama kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan masih sangat rendah dan kemampuan dalam melakukan screening covid-19 sangat terbatas,” bebernya.
Sekadar diketahui, sebaran virus asal Wuhan, China ini khusus di wilayah Kabupaten Sampang Madura, Jawa Timur, hingga Selasa, 23 Juni 2020, menunjukan sebanyak 540 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 26 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan tingkat kematian dua orang dan 81 Pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan tingkat kesembuhan pasien positif sebanyak 26 orang dan meninggal dunia 8 orang serta menjalani perawatan sebanyak 47 orang. (MUHLIS/ROS/DIK)