PAMEKASAN, koranmadura.com – Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan menaikkan target produksi garam 2020, 10 ribu ton. Dari sebelumnya 140 ribu ton menjadi 150 ribu ton. Salah satu alasan, karena cuaca kemarau tahun ini diprediksi bagus untuk pertambakan garam.
Hal ini disampaikan Kasi Pengelolaan dan Kawasan Budi Daya (Diskan) Pamekasan, Muzanni. Menurutnya, hasil produksi garam sangat dipengaruhi cuaca kemarau yang bagus atau tidak terjadi kemarau basah.
“Hasil konsultasi kami dengan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) bagus. Ya, kemarau tahun ini tidak jquh beda dengan tahun 2019 lalu. Makanya kami berani menaikkan targetnya,” kata Muzanni.
Selain itu, saat ini sudah ada sekitar 70 persen dari luas tambak garam 923.7 hektare pengelolaannya sudah menggunakan teknologi Geomembran yang dapat meningkatkan hasil produksi garam petambak.
Lanjutnya, untuk tercapai target produksi tersebut, salah satu upaya yang dilakukan dengan mendorong para petambak menggunakan pengelolaan lahan garam terintergrasi atau menggabungkan lahan minimal 15 hektare yang dikelola dengan satu management air laut.
“Cara lahan terintergrasi ini mampu mempercepat waktu produksi garam, sehingga hasilnya meningkatkan. Kami optimistis target tahun ini bisa terlampaui seperti tahun kemarin. Dari target 140 ribu ton, hasil produksi garam rakyat mampu mencapai 152 ribu ton di 2019 kemarin,” katanya. (ALI SYAHRONI/ROS/VEM)