PAMEKASAN, koranmadura.com – Setidaknya, tiga kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat setelah mengalami luka di bagian kepala, dada dan lemas saat melakukan aksi penolakan tambang ilegal.
Masing-masing kader yang terluka dan lemas karena diduga diamuk polisi tersebut yakni Ficky, kader PMII IAIN Madura, luka bocor di kepala; Yasin, kader PMII IAI Al-khairat, luka di bagian dada; dan Khairul Umam, kader PMII UIM yang lemas.
Kapolres Pamekasan, Ajun Komisaris Besar Polisi, Djoko Lestari saat dihubungi, enggan memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.
“No comment, gak ada, masih belum cek,” singkat Djoko Lestari, Kamis, 25 Juni 2020.
Sementara Ketua Cabang PMII Pamekasan, Mohammad Lutfi mengatakan, belum bisa mengambil tindakan atas kejadian tersebut. Pihaknya masih akan melakukan rapat di jajaran pengurus terkait peristiwa itu.
“Kami belum bisa mengambil sikap soal tindakan oknum polisi ini, kami akan diskusikan dulu dengan pengurus,” ungkap Lutfi. (SUDUR/ROS/VEM)