SUMENEP, koranmadura.com – Sejak 8 Juni 2020 lalu, terminal Arya Wiraraja Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali dibuka, setelah sekitar tiga bulan ditutup karena pandemi Covid-19.
Guna memutus penyebaran Covid-19, aktifitas di terminal kini menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya, kru bus harus melakukan rapid test atau tes cepat setiap dua kali PP (pulang-pergi).
“Karena masa berlaku hasil rapid test itu hanya dua kali PP. Tapi tak masalah karena ini juga untuk kenyamanan kami di perjalanan,” ujar salah seorang sopir bus tujuan Sumenep-Jakarta dan sebaliknya, Yajid, Rabu, 17 Juni 2020.
Menurut dia, kalau tidak membawa surat keterangan terbaru bahwa telah melakukan rapid test dengan hasil non reaktif, dirinya tidak bisa keluar-masuk khususnya ketika di Jakarta.
Yajid mengaku sejauh ini sudah dua kali melakukan rapid test. Pertama di Malang, diadakan oleh pihak perusahaan tempat dia bekerja. Sedangkan yang kedua di terminal Arya Wiraraja.
Sementara itu, Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi menyampaikan, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 semakin meluas setiap terminal diharapkam mempunyai konsep 3 T, yaitu testing (tes), tracing (lacak), dam treatmemt (penanganan). Hal itu sesuai harapan Kapolda Jatim.
Kapolres menyampaikan hal tersebut usai meresmikan terminal Arya Wiraraja Sumenep sebagai terminal tangguh, Rabu, 17 Juni 2020. “Tadi sudah kami lihat kru bus yang beroperasi di sini sudah dites kesehatannya dengan di-rapid test,” ujar dia.
Selain kru bus, setiap penumpang yang suhu badannya tinggi dan tidak melengkapi dekumen kesehatan juga dilakukan rapid test oleh tenaga kesehatan yang bertugas di terminal. “Itu gratis,” tegasnya.
Deddy berharap dengan upaya yang seperti itu dapat memutus penyebaran Covid-19. Khususnya di kabupaten paling timur Pulau Madura ini yang sekarang statusnya tidak lagi zona merah, tapi berubah jadi kuning. FATHOL ALIF/SOE/VEM