SUMENEP, koranmadura.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah janji pengganti antar waktu (PAW) anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk pemilihan bupati dan wakil bupati 2020.
Jumlah PAW anggota PPK dan PPS yang dilantik dan diambil sumpah janjinya di Pendopo KPU Sumenep sebanyak tujuh orang. Satu orang PAW anggota PPK, dan enam orang PAW anggota PPS.
Dalam prosesnya, pelantikan dan pengambilan sumpah janji PAW anggota PPK dan PPS untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep kali ini menerapkan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak dan mengenakan masker.
Ketua KPU Sumenep, A. Warits, menyampaikan agar seluruh penyelenggara pemilihan bupati dan wakil bupati tahun ini selalu menaati protokol kesehatan agar tidak sampai terpapar Covid-19.
Baca: Untuk Apa Saja Penambahan Anggaran KPU Sumenep? Ini di Antaranya
Menurut dia, pemilihan bupati dan wakil bupati kali ini merupakan yang pertama kali, sejak ada Pemilu, dilaksanakan di tengah pandemi. Sehingga sebagai penyelenggara harus betul-betul disiplin menerapkan protokol Covid-19.
“Jangan sampai di antara para penyelenggara ada yang terpapar Covid-19. Karena kalau ini sampai terjadi, misalnya ada PPS atau KPPS terpapar Covid-19 dan itu diketahui umum, maka bisa saja menyebabkan pemilih lari. Tapi semoga hal seperti itu tidak sampai terjadi,” ujarnya.
Kedua, yang juga ditekankan Warits ialah kepada PPK dan PPS serta pelaksana pemilu lainnya ialah kerja sama. Menurut dia, tidak mungkin pekerjaan sebagai pelaksana pemilu dapat diselesaikan sendiri dengan baik. Karenanya harus gotong royong antarpihak. Baik di internal maupun eksternal.
Selanjutnya ialah menjaga integritas. Penyelenggara harus berintegritas agar menghasilkan pemilihan bupati dan wakil bupati yang juga berintegritas. Sehingga, pada tahapan berikutnya, dapat melahirkan pemimpin berintegritas pula.
“Sebagai penyelenggara pemilu harus mampu melaksanakan segala tugasnya dengan penuh tanggung jawab,” tegas mantan Lakpesdam NU Sumenep itu. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)