SUMENEP, koranmadura.com – Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mengusung Achmad Fauzi- Dewi Khalifah pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tahun 2020. Itu berdadarkan Surat Keputusan DPP PAN nomor PAN/A/Kpts/KU-SJ/030/IV/2020 tertanggal 17 April 2020.
Namun, keputusan tersebut menjadi perbincangan bagi sebagian kader partai berlambangkan matahari di Sumenep. Sebab, keputusan DPP PAN dianggap tidak memperhatikan hasil rapat pleno di DPC PAN. Selain itu, dukungan tersebut jatuh pada orang yang nyata bukan kader PAN.
Menanggapi hal itu, Ketua BM PAN Sumenep Hairul Anwar mengaku heran turunnya keputusan tersebut. “Saya tidak kecewa, tapi terkejut iya saat tahu rekom itu turun,” kata Hairul, Senin, 8 Juni 2020.
Menurutnya, rekom tersebut dinilai sudah keluar dari hasil rapat pleno yang telah ditetapkan beberapa waktu lalu. Saat itu sekitar 47 kader PAN mendukung dirinya untuk maju pada Pilbup Sumenep mendatang, termasuk sekitar 22 dari 27 DPC juga mendukung.
Alasannya, karena Hairul Anwar merupakan kader Partai PAN dan memiliki kemampuan yang berkompeten untuk diusung pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut. “Tapi ini kan urusan PAN (di Pilbup Sumenep) saya anggap sudah selesai, dan mau bagaimana lagi. Sekali lagi saya tidak kecewa, terkejut iya,” ungkapnya dengan nada santai.
Mestinya, sambung pengusaha muda itu, DPP PAN memperhatikan kader partai selama masih ada yang berkompeten untuk didukung. Sebab, baginya partai merupakan tempat edukasi politik bagi masyarakat, salah satunya untuk membenahi tatanan kepemerintahan, bukan malah menjadi industrial politik.
Hairul menyadari, jika dilihat dari segi popularitas dan pengalaman dipemerintahan belum sebanding dengan bakal calon yang diusung DPP PAN saat ini, namun sebagai kader partai yang telah diusung mayoritas kader dan DPC mestinya juga jadi pertimbangan.
“Kenapa pada saat Pilpres PAN dukung Prabowo-Sandi, karena itu sudah kemauan kader, kalau dari segi popularitas, ya kalah lah sama lawan saat itu. Kalau hanya patokannya popularitas, dukung saja orang yang jadi artis dan sudah dikenal banyak orang,” ungkapnya.
Hasil rapat dengar pendapat (RDP) DPRD dan Pemerintah menyepakati pelaksanaan Pilkada 2020 digelar pada 9 Desember 2020. Bahkan kabarnya tahapan yang sempat tertunda bakal dimulai 15 Juni 2020. (JUNAIDI/ROS/VEM)