SUMENEP, koranmadura.com – Di tengah berlangsungnya penutupan sementara PT. Tanjung Odi, setelah beberapa karyawannya terkonfirmasi Covid-19, Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, disarankan duduk bersama dengan pihak perusahaan rokok tersebut untuk mencari solusi.
Hal itu disampaikan anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari. Menurut dia, kedua belah pihak perlu duduk bersama mencari solusi terbaik karena persoalan tersebut menyangkut kepentingan orang banyak.
Solusi yang dimaksud ialah mencari cara supaya roda perekonomian masyarakat, khususnya hampir 2.000 karyawan di perusahaan tersebut, tetap berjalan namun tidak sampai menyebabkan penyebaran Covid-19 di Sumenep semakin luas.
“Pemkab dan pihak perusahaan perlu segera mencari jalan keluar terbaik ke depan. Jangan sekadar menutup sementara, setelah itu dianggap selesai. Karena penutupan itu juga membawa dampak terhadap perekonomian para karyawan di sana. Kasihan mereka,” kata Juhari.
Di samping itu, kedua belah pihak juga perlu melakukan penelusuran (tracing) penularan Covid-19 pada karyawan Tanjung Odi untuk memastikan dari mana asal penularan virus tersebut.
“Apakah penularan terjadi di dalam atau di luar pabrik. Dengan begitu pada perkembangan berikutnya akan diketahui, apakah perusahaan memang sebagai klaster atau tidak,” jelasnya.
Juhari juga menyarankan supaya penutupan perusahaan tersebut tidak berlarut-larut. Dengan catatan, ketika sudah beroperasi kembali tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Sekadar diketahui, PT Tanjung Odi sudah melakukan rapid test terhadap seluruh karyawannya dan ditemukan 168 orang reaktif rapid test serta telah dilakukan pemeriksaan swab.
Dari pemeriksaan swab yang telah dilakukan, khususnya oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep, sejumlah karyawan terkonfirmasi positif virus corona.
Mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 langsung dikarantina untuk mendapat perawatan media. Sedangkan yang reaktif telah diistirahatkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)