SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengaku belum menerima laporan hasil rapid test dari sejumlah perusahaan yang ada di kabupaten berlambangkan kuda terbang ini.
“Kami belum dapat informasi tentang hasil rapid maupun pemeriksaan kesehatan yang dilakukan mandiri oleh perusahaan,” kata Ferdiansyah Tetrajaya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Sumenep, Jumat, 12 Juni 2020.
Menurutnya, di Kabupaten Sumenep terdapat beberapa perusahaan yang beroperasi, salah satunya PT Garam, PT Tanjung Odi, sejumlah perbankan dan perusahaan yang lain. Namun, semuanya belum ada yang melaporkan hasil rapid test.
“Yang kami tahu cuma Pelindo III yang menyediakan pemeriksaan rapid test bagi calon penumpang kemarin, hasilnya sekitar 400 orang lebih non reaktif,” jelasnya.
Bagi perusahaan kata Ferdian, pemeriksaan cepat itu harus dilakukan secara mandiri, karena pemerintah daerah tidak menyediakan anggaran.
Biasanya lanjut dia, laporan yang berkaitan dengan hasil pemeriksaan kesehatan laporannya disampaikan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, termasuk jika ada laporan dari perusahaan. Namun, sampai saat ini pihak Dinas Kesehatan belum menginformasikan adanya laporan tersebut.
“Laporan ke kami belum ada, tapi saya yakin kalau sifatnya koordinasi pasti ada,” jelasnya.
Rapid test merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. (JUNAIDI/SOE)