SUMENEP, koranmadura.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Madura, Jawa Timur, berharap partisipasi pemilih pada pemilihan bupati dan wakil bupati tahun ini tetap tinggi meski bakal berlangsung di tengah pandemi Covid-19.
“Di beberapa negara, menurut informasi yang saya baca, pemilihan saat pandemi partisipasi malah tinggi. Mudah-mudahan di Sumenep juga tinggi,” ujar Ketua KPU Sumenep, A. Warits.
Namun demikian, Warits tidak menyebut secara pasti negara apa yang menggelar pesta demokrasi di tengah pandemi yang partisipasi pemilihnya tinggi. “Saya baca di berita juga sebenarnya. Kalau tidak salah di Korea,” ujarnya.
Indonesia sendiri, sambung dia, sebetulnya pernah melaksanakan pemilu dalam kondisi dan situasi negara kurang kondusif meski bukan karena pandemi. Namun demikian tingkat partisipasi pemilu pada tahun 1955 cukup tinggi.
“Mudah-mudahan ke depan, karena kita sekarang diingatkan oleh pandemi ini untuk saling bergotong royong dan guyup, pemilihan bupati dan wakil bupati tahun ini juga berlangsung guyup dan bisa gotong royong. Sehingga orang memiliki kehendak yang baik, ingin berpartisipasi, mengawasi, membantu dan sebagainya,” tambahnya.
Sebelum ada pandemi, pada pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020, KPU Sumenep menargetkan partisipasi pemilih mencapai angka sekitar 70 persen dari jumlah hak pilih.
Target partisipasi pemilih itu lebih rendah dibanding partisipasi pemilih pada Pemilu 2019. Saat itu di kabupaten paling timur Pulau Madura ini mencapai 80 persen. FATHOL ALIF/ROS/VEM