SUMENEP, koranmadura.com – Setelah sekian lama “istirahat” gegara pandemi Covid-19, aktifitas belajar mengajar khusus tingkat SMP dan SMA di Sumenep, Madura, Jawa Timur, bakal segera aktif kembali.
Hanya saja, tidak semua SMP dan SMA yang rencananya bakal segera dibuka. Namun hanya khusus kepada SMP dan SMA yang berada di wilayah kepulauan.
“Tapi itu baru di tataran kebijakan. Saya ingin tahu dulu, kesiapan sekolah-sekolah di sana (SMP dan SMA di kepulauan),” ungkap Bupati Sumenep, A. Busyro Karim.
Menurut dia, ada empat syarat yang harus dipenuhi agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan di era new normal. Pertama, sekolah harus berada di zona hijau.
“SMP dan SMA (yang rencananya bakal segera dibuka) sementara hanya yang dikepulauan. Karena kepulauan yang zona hijau. Kecuali di Pulau Talango. Itu tidak dibuka. Karena masih merah,” ujarnya.
Selain harus di zona hijau, tiga syarat lainnya ialah pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan tatanan kebiasaan normal baru (new normal), siswanya harus dapat izin orang tua, dan mendapat izin dari Pemkab setempat.
Sekadar diketahui, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumenep hingga sekarang masih terus bertambah. Peta sebarannya juga semakin luas.
“Peta sebaran Covid-19 di Sumenep saat ini, dari 27 kecamatan, 14 zona merah, 1 zona kuning, dan 12 zona hijau,” ungkap Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, Senin, 29 Juni 2020.
Sebanyak 14 kecamatan yang berstatus zona merah ialah Kecamatan Kota, Kalianget, Manding, Saronggi, Talango, Batuan, Rubaru, Dasuk, Batuputih, Batang-Batang, Pasongsongan, Ganding, Guluk-Guluk, dan Lenteng.
Sedangkan satu kecamatan yang berstatus zona kuning, menurut pria yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep itu, ialah Kecamatan Pragaan.
Sementara 12 kecamatan yang berstatus zona hijau ialah Kecamatan Ambunten, Bluto, Gapura, Dungkek, Giligenting, Gayam, Nonggunong, Raas, Arjasa, Kangayan, Sapeken, dan Masalembu. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)