SUMENEP, koranmadura.com – Peristiwa kaburnya satu pasien terkonfirmasi positif corona atau Covid-19 dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi perhatian sejumlah pihak.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Ahmad Suwaifi Qoyyum mengaku sangat menyayangkan peristiwa itu. Ia pun merasa heran, kenapa pasien yang dirawat di ruang isolasi masih bisa kabur.
“Saya menilai sistem keamanan di rumah sakit rujukan Covid-19 itu harus dievaluasi. Bagaimana keamanan dan penjagaannya,” ujar politisi Gerindra itu, Senin, 6 Juli 2020.
Suwaifi meminta kepada pihak rumah sakit agar mengevaluasi SOP (standar operasional prosedur) penanganan pasien Covid-19. Sehingga kejadian serupa tidak sampai terjadi di kemudian hari.
“Saya minta pada Ibu Direktur agar kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir. Evaluasi SOP-nya. Kalau tidak bisa jangan paksakan. Kan, bisa minta bantuan pengamanan dari tim Gugus Tugas, dalam hal ini TNI dan Polri?” tambah dia.
Sebelumnya Humas RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Arman Endika Putra, menyampaikan pasien diketahui sudah tidak ada di ruangannya pada Minggu, 5 Juli 2020, sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurut dia, kemungkinan pasien kabur saat dokter dan tim perawat melakukan observasi dan memberi makan kepada pasien lain.
“Semua pasein biasanya dilakukan pemeriksaan setiap hari oleh dokter dan tim perawat. Jadi kemungkinan pada saat itu pasien tahu, dan memanfaatkannya untuk kabur,” ujarnya. FATHOL ALIF/ROS/VEM