SAMPANG, koranmadura.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, akan mengevaluasi sistem pelindung diri para tenaga medis Covid-19 di wilayahnya. Hal tersebut dilakukan setelah terjadi peningkatan data petugas medis yang terpapar.
Hingga Rabu, 1 Juni 2020, jumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 di Sampang mencapai lima orang. Sementara tiga di antaranya meninggal dunia, termasuk seorang dokter.
Terakhir, seorang bidan yang bertugas di Kantor Dinkes Sampang berinisial RHA, meninggal dunia dalam status positif setelah bertugas melakukan rapid tes pedagang Pasar Srimangunan.
“Kami belum memastikan sumber penularan yang dialami para tenaga medis kami. Yang pasti kami akan segera lakukan langkah strategis, termasuk mengevaluasi sistem perlindungan diri mereka saat bertugas,” kata Kepala Dinkes Sampang, Agus Mulyadi.
Diantara langkah yang sudah dilakukan, menutup sementara Puskesmas dan tempat praktek tenaga medis yang terpapar. Tercatat ada dua Puskesmas yang saat ini ditutup sementara, antara lain Puskesmas Kedundung dan Robatal, termasuk menutup sementara ruang Pelayanan Kesehatan (Yankes) di Kantor Dinkes.
Itu belum termasuk dua Puskesmas lain yang juga ditutup, yakni Puskesmas Ketapang dan Jrengik akibat adanya kasus positif Covid-19.
“Ruang Yankes kami tutup sementara setelah ada satu karyawan yang meninggal dalam status terkonfirmasi positif,” kata Agus.
Sebanyak 220 orang karyawan Dinkes juga sudah di rapid test. Hasilnya, tujuh di antaranya reaktif dan akan segera menjalani pemeriksaan swab.
Pihaknya akan mengevaluasi tata perlindungan diri para tenaga medis dan petugas Yankes, termasuk mengevaluasi kualitas APD yang digunakan.
“Kami akan melibatkan sejumlah lembaga kesehatan untuk mengevaluasi dan melakukan monitoring dan evaluasi serta mengupayakan APD yang sesuai standar,” jelas Agus. (G. MUJTABA/ROS/VEM)