KORANMADURA.com – Banyak orang tiba-tiba terjun ke dunia bisnis di masa pandemi Corona. Wajar saja, sebab banyak juga orang yang penghasilan berkurang atau bahkan hilang sama sekali.
Hal ini pun menjadi tantangan buat pemain lama maupun pemain baru. Lalu, bagaimana strateginya biar bisa bertahan?
Pemilik Holycow! Steakhouse By Chef Afit, Lucy Wiryono mengatakan, pemasaran menjadi kunci untuk memenangkan persaingan.
“Karena semua orang mendadak jualan jadi marketingnya dan cara si penjual, yang dijual nempel di otak konsumen gimana caranya,” katanya dalam acara d’Mentor, Senin, 27 Juli 2020.
Menurutnya, yang penting bagi seorang pebisnis ialah cerita dari bisnis itu sendiri. “Jadi aku bilang bahwa yang paling penting story telling kalau mau jual sesuatu,” ujarnya.
Ia pun mencontohkan, Holycow! saat diluncurkan 10 tahun mengusung konsep wagyu for everyone. Harapannya agar semua orang dapat menikmati wagyu. Sebab, wagyu dianggap makanan kelas atas dan untuk mengonsumsinya mesti pergi ke hotel. Jelas, harganya pun relatif mahal.
Sementara, Holycow waktu awal-awal berani menawarkan dengan harga Rp 90 ribu.
“Minimal kalau menurut Aku si penjual harus cerita kenapa misalnya dia jualan, kaya Holycow! deh kenapa jualan steak, yang jualan steak dari dulu banyak tapi apa yang membedakan dengan penjual steak lain,” ujarnya.
“Holycow 10 tahun lalu keluar dengan konsep wagyu for everyone kalau biasanya wagyu kita harus makan di hotel, kita harus jadi menteri dulu deh karena mahal Rp 700 ribu kan,” ucapnya. (DETIK.com/ROS/VEM)