BANGKALAN, koranmadura.com – Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron melayat ke rumah duka korban pemerkosaan bergilir di Desa Bandang Laok, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Jumat 10 Juli 2020.
Selain Bupati, turut hadir Kapolres, Ketua DPRD, Kajari dan Kepala PN Bangkalan.
Baca: Korban Pemerkosaan yang Sempat Melapor ke Polres Bangkalan Meninggal, Diduga Bunuh Diri
Ra Latif, sapaan akrabnya Abdul Latif Amin Imron mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya korban pemerkosaan yang sebelumnya diperkosa oleh delapan orang secara bergilir.
“Semoga diberi ketabahan kepada keluarga korban yang sudah meningga dunia,” kata Ra Latif.
Baca: 8 Pelaku Pemerkosaan Bergilir di Bangkalan Ditahan, Sasaran Diibaratkan “Proyek”
Orang nomor satu di Bangkalan itu berjanji akan memberikan jaminan sosial kepada putri dari korban pemerkosaan tersebut.
“Kami akan berikan atensi khusus, baik itu berupa jaminan kesehatan atau pendidikan, lihat nanti,” katanya.
Selain itu, Ra Latif berharap kepada masyarakat Bangkalan, khususnya kepada pihak keluarga agar memberikan kepercayaan kepada penegak hukum dalam mengungkap kasus pemerkosaan secara bergilir.
“Kepada keluarga dan tokoh masyarakat agar sepenuhnya diserahkan dan percayakan kepada kepolisian,” katanya.
Diketahui sebelumnya, S (20) meninggal pada 1 Juli 2020 kemarin. Pihak keluarga mememukan perempuan beranak satu itu sudah tergeletak di dapurnya dengan mengeluarkan busa dari mulut.
Diduga S meninggal karena depresi atas kejadian yang menimpa dirinya, sehingga bunuh diri. Diketahui sebelum wafat, korban sempat mendapatkan ancaman dari salah satu pelaku pemerkosaan jika kasus itu dilaporkan. (MAHMUD/SOE/VEM)