SUMENEP, koranmadura.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep, Jawa Timur, mengungkapkan penyebab kasus terkonfirmasi positif corona atau Covid-19 di kabupaten paling timur Pulau Madura ini masih terus terjadi.
Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya menyampaikan saat ini masih banyak masyarakat belum menjalankan protokol kesehatan dengan tingkat disiplin yang tinggi.
“Kami masih memperhatikan banyak sekali (masyarakat yang) belum secara konsisten memakai masker dengan benar. Ini yang menjadi salah satu penyebab penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 terus terjadi,” ujarnya, Selasa, 14 Juli 2020, malam.
Baca: Ini Daftar 7 Pasien Sembuh dari Corona di Sumenep Per 14 Juli 2020
Sejak kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pertama kali diumumkan di Sumenep pada 24 April 2020 lalu, hingga sekarang jumlah masyarakat yang terinfeksi virus corona tersebut telah mencapai 144 kasus.
Peta sebarannya pun, dari hari ke hari, terus meluas. Dari 27 kecamatan di Sumenep, saat ini sudah 20 di antaranya zona merah. Sebanyak 18 kecamatan di wilayah daratan, dan 2 kecamatan di wilayah kepulauan.
“Sudah seluruh kecamatan di wilayah daratan ditambah Kecamatan Talango dan Kecamatan Ra’as di wilayah kepulauan saat ini berada pada posisi zona merah, dan 7 kecamatan masih berada pada zona hijau,” paparnya.
Tujuh kecamatan yang seluruhnya di wilayah kepulauan yang masih zona hijau ialah: Kecamatan Giligenting, Gayam, Nonggunong, Arjasa, Kangayan, Sapeken, dan Masalembu. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)