SAMPANG, koranmadura.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang atau UMM yang melakukan Pengabdian Masyarakat (PMM) di Kelurahan Rongtengah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur tengah sibuk menanam beberapa bibit tanaman. Warga yang ikut kegiatan ini tampak sumringah ketika para mahasiswa menamakan sebagai “Apotek Hidup”.
Warga tambah semangat mengikuti edukasi mahasiswa ini ketika bibit tanaman tradisional yang ditanam itu bisa meningkatkan imunitas tubuh saat pandemi Covid-19 tak kunjung reda. Apalagi di Sampang, kian hari tambah naik. Bahkan sudah tembus 110 kasus.
Kegiatan bermanfaat ini diawasi dan dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan Setyo Wahyu S, SE., ME. Mahasiwa berharap kegiatan menanam ‘Apotek Hidup” ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat, lebih-lebih warga kelurahan Rongtengah. Sebab menurut mereka, ada banyak khasiat dari tanaman tersebut, yaitu meningkatkan imunitas tubuh.
“Penanaman apotek hidup merupakan salah satu alternatif untuk mengisi kekosongan waktu di kala pandemi Covid-19. Apotek hidup bisa diartikan sebagai taman atau kebun yang memiliki beragam jenis tanaman bermanfaat bagi kesehatan. Penanaman apotek hidup ini terdiri dari beberapa bibit tanaman yaitu berupa rimpang. Rimpang yang digunakan adalah jahe, temu kunci, kencur, dan kunyit. Alasan terbesar dipilihnya keempat tanaman tersebut adalah untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh karena khasiat dari masing-masing tanaman,” kata Maghfiroh selaku Koordinator Kelompok 11 PMM UMM Sampang.
Cukup beralasan jika beragam cara dilakukan oleh sejumlah pihak, termasuk inovasi dari mahasiswa ini di tengah pandemi. Sebab, sejuah ini, virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China itu tak bisa dibendung. Tanpa pandang bulu bisa menjangkiti siapa saja. Termasuk di Madura, secara keseluruhan sudah tembus 500 pasien lebih. Rinciannya, Bangkalan 235 kasus, Sampang, 110, Pamekasan 117, dan Sumenep 73.
Semua warga panik hingga risau. Namun, kerisauan itu telah dijawab oleh para mahasiswa Malang dengan menanam empat jenis tanaman berkhasiat yang bisa meningkatan imunitas tubuh.
“Virus corona yang saat ini sedang mewabah dan masih mengalami perkembangan yang signifikan di Indonesia, dilaporkan bahwa akan dengan mudah menyerang tubuh seseorang yang memiliki imunitas rendah. Gejala yang ditunjukkan ketika seseorang memiliki kekebalan tubuh yang rendah adalah mudah merasa lemas dan sering terkena penyakit ringan seperti demam dan pilek”, tambah Maghfiroh menjelaskan.
Ini Khasiat 4 Tanaman
Seperti yang diketahui, rimpang tanaman memiliki manfaat beragam. Untuk tanaman jahe banyak mengandung vitamin C dan magnesium. Kandungan ini dapat membantu tubuh untuk memperkuat sistem imun. Selain kedua zat tersebut, jahe juga memiliki kandungan gingerols, shogaols, dan zingerones yangdapat berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh.
Kemudian untuk tanaman temu kunci mengandung vitamin B6 serta B12, vitamin C, serat dan dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Selanjutnya, untuk tanaman kencur memiliki manfaat dapat menangkal radikal bebas. Radikal bebas merupakan salah satu penyebab banyaknya penyakit yang berkembang di dalam tubuh seperti kanker kulit dan beragam jenis penyakit berbahaya lainnya. Sedangkan kunyit memiliki khasiat untuk kesehatan juga meningkatkan imunitas sehingga tubuh tidak mudah diserang oleh penyakit.
Respons Sumringah Warga
Edukasi penanaman bibit kepada 3 rumah warga di Kelurahan Rongtengah ini pun disambut sumringah oleh warga. Bapak-bapak, ibu-ibu, hingga kalangan milenial sangat antusias. Sebab, selain untuk mencegah Corona, tujuan dari pengedukasian penanaman apotek hidup ini juga bisa bermanfaat untuk kesuburan tanah dan penghijauan.
Edukasi pun diawali dengan bagaimana cara menggemburkan tanah. Maghfirah mengaku, sebelum edukasi dimulai, telah dilakukan riset terlebih dahulu terkait cara penanaman yang baik dan benar. Bahan dan alat yang digunakan cukup sederhana, yaitu terdiri dari polybag, tanah, pupuk kompos, dan bibit tanaman.
Menurutnya, pengolahan pupuk kompos yang dicampur dengan tanah itu lalu diaduk hingga tercampur rata, kemudian dilakukan penanaman dari keempat bibit tanaman tersebut. Setelah semua prosedur selesai, anggota lainnya melakukan edukasi terkait dengan bagaimana cara merawat serta menyiram tanaman dengan baik dan benar, seperti tanaman tersebut harus terkena cahaya matahari untuk membantu pertumbuhan menjadi lebih optimal dan dilakukan penyiraman sebanyak dua kali, yaitu pagi hari sebelum matahari terbit dan sore hari.
Setelah itu, penanaman apotek hidup ini akan dilakukan pemantauan (follow up) di setiap minggunya untuk melihat perkembangan dari tanaman tersebut. “Kegiatan pemantauan ini akan terus dilakukan hingga 1 bulan kedepan. Kemudian tanaman tersebut dapat dipanen dan diolah oleh warga,” jelasnya.
Manfaat lainnya selain untuk pengobatan, apotek hidup juga dapat dibudidayakan untuk pemenuhan rempah masakan dan juga sebagai penghijauan pekarangan rumah.
Tak hanya itu, hasil dari penanaman apotek hidup ini juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan untuk pembuatan jamu tradisional agar mampu membantu menangkal radikal bebas dan juga meningkatkan imunitas tubuh.
“Saya sangat senang menjadi salah satu target warga yang mendapatkan pengedukasian dari mahasiswa UMM ini, karena dapat saling bertukar informasi dan pengetahuan terkait penanaman apotek hidup ini”, ujar salah satu warga setempat, Herisalah ketika dilakukan pengedukasian penanaman apotek hidup. (SOE/DIK)
(Jurnalisme Warga dari Mahasiswa UMM)