SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dikabarkan ditutup sementara. Kebijakan tersebut dilakukan akibat imbas penyebaran virus corona.
Kepala Dinkes Sumenep, Agus Mulyono terkesan menyembunyikan penutupan tersebut. Dia berdalih tindakan tersebut hanya untuk kepentingan sterilisasi sejumlah ruang di Puskesmas guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Enggak (ditutup), hanya dilakukan penyemprotan disinfektan dan rapid test terhadap tenaga medis di Puskesmas. Itu membutuhkan waktu,” katanya kepada sejumlah media, Selasa, 7 Juli 2020.
Meski ditanya beberapa kali soal penutupan sementara, Agus tetap tidak menjawab jumlah Puskesmas yang ditutup sementara secara pasti. Melainkan dia hanya menyebutkan Puskesmas Guluk-guluk yang akan melakukan pelayanan kembali pasca dilakukan penutupan pasca tujuh karyawannya reaktif hasil rapid test.
“Paling hanya membutuhkan satu pekan untuk melakukan sterilisasi. Petugasnya juga kan harus dilakukan rapid test. Setelah itu akan buka kembali,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, sejak pertama kali ada kasus terkonfirmasi Covid-19 di Sumenep pada 24 April 2020 setidaknya lima Puskesmas ditutup sementara. Di antaranya Puskesmas Rubaru dan Saronggi. Kedua Puskesmas tersebut sempat ditutup sementara selama 14 hari pada 27 April 2020 lalu setelah ada tenaga kesehatan terkonfirmasi positif Covid-19.
Selain itu pada 19 Juni 2020 Puskesmas Guluk-Guluk yang ditutup sementara setelah tujuh tenaga kesehatan di Puskesmas tersebut reaktif berdasarkan hasil rapid test. Penutupan dilakukan juga selama 14 hari sejak saat itu, kemudian Puskesmas Batang-Batang dan Bluto yang dilakukan penutupan sementara. Faktornya ada tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Penutupan sementara kedua Puskesmas tersebut terhitung sejak 25 Juni hingga 8 Juli 2020. (JUNAIDI/SOE/DIK)