SUMENEP, koranmadura.com – Ketua DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Abdul Hamid Ali Munir, menemui langsung massa FPI yang melakukan aksi menolak RUU HIP di depan gedung dewan di Jl. Trunojoyo, Jumat, 10 Juli 2020.
Dalam kesempatan tersebut, di depan massa aksi, politisi PKB itu menyampaikan bahwa, seluruh fraksi di DPRD Sumenep telah menandatangani pernyataan sikap menolak RUU HIP, sebagaimana diinginkan massa aksi yang telah disampaikan pada 1 Juli 2020 dalam forum audiensi.
“Alhamdulillah, apa yang jadi permintaan, dari semua fraksi yang ada di DPRD telah menandatangani,” ujar pria yang akrab disapa Hamid itu.
Baca: Tolak RUU HIP, Sejumlah Massa Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD Sumenep
Merespons hal tersebut, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Zainal Abidin, mengaku kecewa terhadap sikap Ketua DPRD saat menemui massa aksi yang tidak memberikan kesempatan kepada pihaknya untuk menyampaikan beberapa hal kepada massa aksi.
“Saya dengan sekretaris dan anggota fraksi PDI Perjuangan hadir di situ. Saya sebetulnya ingin menyampaikan pernyataan sikap di hadapan massa aksi. Namun tidak diberi kesempatan. Saya kecewa!” ungkapnya.
Sebelumnya, pada saat Ketua DPRD Sumenep menemui audiensi FPI di ruang Paripurna DPRD pada 1 Juli lalu, memurut Zainal, pihaknya tidak diundang untuk ikut menemui, menyampaikan sikap. “Padahal saat itu saya ada di kantor,” tuturnya.
Menurut dia, pernyataan sikap yang ingin disampaikan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep ada empat poin. Pertama Fraksi PDI Perjuangan menghargai para pihak yang bersepakat atau pun tidak terhadap RUU dimaksud.
Kedua, Fraksi PDI Perjuangan menghendaki untuk mendiskusikan kembali RUU dimaksud guna mendapat hal terbaik, baik dari kelompok pro maupun kontra. Ketiga, Fraksi PDI Perjungan menyatakan RUU HIP bukan merupakan domain DPRD Sumenep.
Kemudian poin keempat yang ingin disampaikan, keikutsertaan bertandatangan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep pada hal dimaksud sebagaimana termaktub dalam poin 1 dan 2.
“Saya tidak bertandatangan kolektif kolegial seperti mereka. Tanda tangan saya tidak di tempat yang formnya disedikan FPI. Saya anggota dewan, lembaga formal. Kami punya pendirian sendiri,” tuturnya.
Zainal menegaskan, seandainya diberikan kesempatan, dirinya siap menyampaikan sikap Fraksi PDI Perjuangan itu di hadapan massa aksi. “Kami gentle. Kami siap membacakan pernyataan sikap kami di depan mereka,” tegasnya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)