BANGKALAN, koranmadura.com – Satu pelaku pemerkosaan janda muda asal Bandang Laok, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur kembali ditahan oleh kepolisian setempat, Selasa malam, 7 Juli 2020.
Informasinya, satu pelaku tersebut dijemput di Sekret Persatuan Mahasiswa Kokop (PMK) Jl. Bromo 57 Melajeh, Bangkalan.
Hal itu dibenarkan oleh Ketua PMK, Syamsul Hadi. Menurutnya, polisi mendatangi sekret PMK untuk melakukan penjemputan pada satu tersangka pelaku pemerkosaan.
“Satuan kepolisian datang ke sekret PMK dan menjemput satu pelaku itu,” kata Syamsul, sapaan akrabnya.
Atas penangkapan satu tersangka itu, total yang ada di dalam jeruji kini sebanyak lima orang. Sehingga, masih tersisa dua pelaku pemerkosaan yang masih belum berhasil ditangkap.
Diketahui, korban pemerkosaan telah meninggalkan satu anak. Diduga janda muda tersebut meninggal disebabkan bunuh diri karena depresi.
Baca: Empat dari Tujuh Pelaku Pemerkosaan Janda Muda di Bangkalan Ditangkap
Sebelum Ditahan Polisi, 4 Pelaku Pemerkosaan Janda Muda di Bangkalan ‘Diamankan’ Tomas-Kades
Kata Syamsul, setelah melakukan aksi bejat kepada janda beranak satu, tersangka langsung berangkat ke Malang. Namun, dengan pendekatan yang dilakukan kepada pelaku dan keluarga pelaku, ia kembali ke Bangkalan. Syamsul mengaku, PMK yang kebetulan kenal berhasil membujuk pelaku agar menyerahkan diri.
“Melalui pendekatan persuasif kepada pelaku, awalnya ada di Malang dan dibujuk untuk pulang,” katanya.
Namun, dengan kesediaannya untuk menyerahkan diri, pelaku pulang dari Malang langsung menuju ke sekret PMK. Di sana, kata Syamsul pelaku dijemput oleh pihak kepolisian dan menyerahkan diri.
“Tersangka langsung ke Sekret PMK dan menyerahkan diri,” katanya.
Namun saat koranmadura.com menghubungi pihak kepolisian masih belum ada respons, padahal saat ditelepon nada deringnya terdengar aktif. Bahkan, saat berusaha mengirim pesan singkat via WhasApp belum ada jawaban. (MAHMUD/SOE/VEM)