BANGKALAN, koranmadura.com – Tak semua orang yang memiliki keterbatasan diri tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Seperti salah satu gadis difabel bernama Indah Sukma Kartikasari. Meskipun memiliki keterbatasan, bagi gadis berusia 18 tahun asal Desa Konang, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan itu bukan jadi halangan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri.
Buktinya, Indah, sapaan akrabnya mengerjakan soal Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan Minggu, 5 Juli 2020 menggunakan kakinya.
Indah yang punya satu kakak dengan dua adik itu mengambil kampus di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk berkuliah. Jurusan yang diambil yaitu Teknik Informatika untuk pilihan pertama dan kedua jurusan Pendidikan Luar Biasa.
Dengan kebiasaannya dari kecil, Indah bisa mengerjakan soal UTBK menggunakan kakinya. Walaupun pihak panitia ingin membantu mengisikan jawaban, namun dia lebih memilih mengerjakan sendiri.
“Saya dari kecil sudah dinasihati oleh orang tua, jangan tergantung kepada orang lain. Tidak selamanya menemani kamu, jadi harus mandiri,” kata Indah sambil menirukan nasihat orang tua.
Menurut Indah, keterbatasan yang dimilikinya bukan alasan untuk tidak mengejar cita-cita. Namun, tidak adanya kedua tangan malah menjadi lebih semangat lagi untuk bersaing dengan orang yang lebih sempurna secara fisik.
“Masak dengan kondisi tidak sempurna pas tidak ingin memiliki cita-cita. Tidak ada alasan untuk tidak bersaing dengan orang normal,” katanya.
Ditanya alasan mengambil jurusan yang dipilih, Indah menyampaikan setiap melakukan sesuatu pasti dirinya meminta pendapat ke orang tua. Karena, dirinya percaya bahwa pilihan orang tua selalu benar.
“Mengambil jurusan pendidikan informatika dan pendidikan luar biasa itu pilihan orang tua, karena pilihannya selalu benar,” katanya.
Indah mengaku, sejak sekolah, mulai dari tingkat dasar sampai menengah atas dirinya mengambil lembaga berbasis agama, karena merupakan anjuran dari kedua orang tua.
“MIN Konang Pamekasan, MTSN 1 Pamekasan dan MAN 2 Pamekasan, biar agamanya baik,” katanya.
Terakhir, ia memberikan semangat kepada kaum muda-mudi yang memiliki kondisi keterbatasan diri agar tidak usah minder. Katanya, buktikan kalau orang yang memiliki kondisi yang tidak sempurna juga bisa sukses.
“Buktikan kalau kita juga bisa sukses, tidak perlu malu karena takut di bully,” tutupnya. (MAHMUD/SOE/VEM)