BANGKALAN, koranmadura.com – Anggota DPR RI Dapil XI Madura, MH Said Abdullah, menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kabupaten Bangkalan, Sabtu, 11 Juli 2020.
Empat pilar tersebut meliputi UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Tujuannya untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada warga Indonesia, khususnya Bangkalan.
Sasarannya adalah kawula muda dari organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).
Ketua Said Abdullah Institut (SAI) Kabupaten Bangkalan, Safi’ menyampaikan, bagi kaum perlajar NU perlu ditanamkan jiwa gotong royong dari sejak muda. Karena hal ini, merupakan ciri khas dari bangsa Indonesia sendiri.
“Kita tumbuhkan lagi semangat gotong royong yang sudah mulai memudar itu,” kata Safi’.
Saat ini, kata Safi’ tidak bisa pungkiri akan ada ideologi transnasional. Yakni suatu mazhab yang datang dari luar negara, namun dibawa ke Indonesia karena ingin mengubah Pancasila yang sudah final.
Oleh karenanya, lanjut Safi’ sosialiasi ini diharapkan bisa membentengi para pemuda NU Bangkalan, agar paham kebangsaan di Indonesia tidak pudar.
“Untuk membentengi masyarakat dari ideologi yang ingin mengubah Pancasila, seperti ideologi transnasional,” katanya.
Selain itu, Safi’ berharapa dengan adanya kegiatan ini bisa memeberikan manfaat dalam mengkokohkan jiwa kebangsaan kepada pelajar NU. Sehingga, materi yang didapatkan bisa ditransformasikan kepada masyarakat lain.
“Semoga kokoh paham empat pilar dan juga bisa menanamkan empat pilar ini ke orang lain,” katanya.
Dalam acara ini disampaikan materi empat pilar ditinjau dari prespektif agama oleh Ahmad Musawwir, prespektif gerakan sosial oleh Dasuki Rahmat, dan prespektif hukum oleh Safi’. (MAHMUD/SOE/VEM)