SAMPANG, koranmadura.com – Pasca meninggalnya satu Tenaga Kesehatan (Nakes) dari bidan yang bekerja sebagai staf di ruang kerja bagian Pelayanan Kesehatan akibat Covid-19, membuat seluruh pegawai di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang menjani rapid test.
Humas Dinkes Kabupaten Sampang, Yuliono menyatakan, pasca satu stafnya yang bekerja di ruang kerja Pelayanan Kesehatan (Yankes) meninggal dunia, kini ruang kerja Yankes ditutup sementara antara 10-14 hari ke depan.
“Iya ruang Yankes ditutup sementara antara 10 sampai 14 hari ke depan. Karena kami juga tidak bisa meninggalkan pelayanan,” katanya, Rabu, 1 Juli 2020.
Selanjutnya Yuliono menyatakan, pasca itu pula seluruh pegawai di Dinkes dari sekitar 220 pegawai telah menjalani tes cepat (rapid tes) beberapa hari lalu.
“Hasil rapidnya dari semuanya ada tujuh yang reaktif,” akunya.
Sementara Plt Kepala Dinkes Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi saat dikonfirmasi membenarkan terdapat tujuh orang yang diketahui reaktif saat dilakukan rapid test. Ketujuh orang tersebut diakuinya tidak hanya berasal dari dalam ruang kerja Yankes melainkan juga berasal dari luar ruang kerja Yankes.
“Di luar ruangan (Yankes) juga ada (reaktif rapid), ketujuh orang yang reaktif melakukan isolasi mandiri. Dan kemungkinan dilakukan swab semuanya,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/DIK)