BANGKALAN, koranmadura.com – Selama tujuh tahun, Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, nampaknya masih lamban.
Tercatat, IPM di Bangkalan mulai tahun 2013 mencapai 60,19; tahun 2014 mencapai 60,71; 2015 mencapai 61,49; 2016 mencapai 62,06; 2017 mencapai 62,30; 2018 mencapai 62,87; 2019 mencapai 53,79. Pertumbuhan tersebut mayoritas tidak melebihi 1 persen selama tujuh tahun berturut-turut.
Hingga kini, Kabupaten Bangkalan masih berada di peringkat ketiga se-Madura dalam persoalan IPM. Pada tahun 2019, IPM di Sumenep mencapai 66,22. Lalu disusul Pamekasan sebesar 65,94. Sedangkan Sampang 61,94.
Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Muh Syarif menyampaikan, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan perlu memperhatikan Angka Partisipasi Kasar (APK). Sehingga masyarakat memiliki rasa kepedulian dalam bidang pendidikan.
“Tingkatkan angka partisipasi APK, agar IPM di Bangkalan bisa membaik,” kata Abah Syarif sapaan akrabnya, Selasa, 7 Juli 2020
Menurutnya, salah satu tolok ukur meningkatnya IPM tersebut ada di bidang pendidikan. Jika kesadaran masyarakat untuk bersekolah tidak sebanding dengan jumlah penduduk, maka akan berpengaruh pada lambannya perkembangan IPM.
Selain pendidikan, lanjut Abah Syarif, bidang kesehatan juga menjadi indikator besaran IPM. Artinya, rasio antara tenaga medis dengan fasilitas kebutuhan masyarakat untuk berobat tidak terjadi ketimpangan.
Tak hanya itu, bidang sosial seperti ketersediaan lapangan tenaga kerja juga perlu diperhatikan oleh Pemkab. Sehingga, harapan untuk meningkatkan IPM di Kabupaten Bangkalan ini bisa terealisasi.
“Selain pendidikan, yang menjadi tolok ukur ada di bidang kesehatan dan sosial. Seperti ketersediaan medis dan lapangan pekerjaan,” katanya.
Oleh karena itu, Abah Syarif memberi saran agar, Pemkab memberikan fasilitas kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk duduk bersama dalam memecahkan persoalan IPM di Kabupaten paling barat Pulau Madura.
“Jika duduk bersama kan bukan hanya wacana, tapi ada langkah kongkrit dari para stakeholder yang memiliki peran dalam meningkatkan IPM,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)