SAMPANG, koranmadura.com – Mohammad Farhan, seorang siswa Kelas VI di SDN 2 Rongtengah, Sampang, Madura, Jawa Timur, terpaksa harus pinjam gadget (handphone) kepada teman-teman dan tetangganya untuk mengerjakan tugas sekolah daring.
Pasalnya, Farhan tidak mampu membeli smartphone seperti siswa yang lain. Kondisi itu membuat TNI setempat ‘pasang padan’ untuk ikut membantu Farhan dengan cara membelikan HP dan paket internet.
Dandim 0828 Sampang, Letkol Arm Mulya Yaser Kalsum menyatakan kegiatan sosial yang dilakukannya merupakan spontanitas sebagai bentuk kepedulian sosial terlebih kepada siswa sebagai penerus bangsa.
“Ini lo di kota Sampang, dari rumah hanya beberapa menit saja, jadi saya berdosa kalau seandainya kami punya kemampuan meski hanya seadanya. Tapi kami memberikan pelajaran kepada perwira saya, mari peduli kepada rakyat. Itu saja,” ungkapnya kepada koranmadura.com, Jumat, 24 Juli 2020.
Selain itu, pihaknya mengaku sebagai bagian dari Forkopimda akan tetap berupaya terus mendukung kegiatan Pemda setempat yang dinilai sudah all out kepada masyarakat Sampang.
“Saya sebagai anggota Forkopimda juga ikut tergerak ingin menciptakan masyarakat sampang hebat dan bermartabat. Apalagi adik Farhan adalah generasi muda,” akunya.
Pihaknya menegaskan, akan terus berkoordinasi dengan bawahannya di tingkat Koramil untuk terus saling tolong menolong sebagai makhluk sosial.
“Tadi malam kami yang ke rumah Farhan hanya ngasih sembako, HP dan paket internet. Dan yang kami lakukan itu spontan setelah buka-buka berita di Sampang. Dan kami melihat karena dia lagi sekolah dan dia sebagai generasi muda penerus Sampang, jadi kasihan kan dia belajarnya harus pinjam HP,” pungkasnya.
Sakadar diketahui, Mohammad Farhan berasal dari keluarga kurang mampu. Farhan sendiri merupakan anak bungsu tiga bersaudara dari pasutri bapak Yayak dan ibu Uwei.
Karena Sampang diterpa pandemi, maka proses belajar mengajar pun dilarang tatap muka. (Muhlis/SOE/VEM)