BANGKALAN, koranmaduran.com – Masyarakat Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur memiliki tradisi “konjengan” dalam merayakan Hari Raya Iduladha. Budaya ini sudah ada sejak nenek moyang kita.
Salah satu masyarakat yang masih melaksanakan tradisi tersebut adalah warga Desa Kranggan Barat, Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan.
Konjengan itu merupakan kegiatan tahlilan secara bergantian di rumah warga setempat. Yang ikut semuanya laki-laki. Sedangkan yang perempuan menunggu tamu-tamu datang di rumahnya. Istilah ini terus dipakai oleh warga Madura.
Pantauan koranmadura.com, mereka melaksanakan konjengan itu usai melaksanakan salat iduladha. Tepat pukul 08.00 WIB, mereka ikut konjengan di masjid. Setelah itu, masyarakat bersama-sama mengunjungi rumah masig-masing. Tradisi itu terlaksana hingga pukul 11.00 WIB.
Salah satu warga Desa Kranggan Barat, Moh. Lutfi menyampaikan, konjengan tersebut sudah ada sejak dirinya lahir. Cara ini, dipercaya sebagai ajang saling maaf-maafan di hari raya iduladha.
“Di acara konjangan kita bisa jabatan tangan, saling minta maaf,” kata Lutfi, Jumat 31 Juli 2020.
Menurutnya, tradisi konjengan yang membudaya perlu dilestarikan sampai ke generasi seterusnya. Karena, dengan adanya kegiatan itu bisa menjadi cara bersilaturrahim ke rumah tetangga.
“Bisa silaturrahim ke tetangga. Jadi perlu di turunkan ke anak-anak muda,” ucapnya.
Dirinya berharap, cara ini bisa mempererat tali silaturrahim dengan warga sekitar. Selain itu, katanya dapat menghilangkan kesalahan yang disengaja atau tidak ke tetangga sekitar.
“Semoga hubungan kekerabatan lebih dekat dan bisa menghapus kesalahan ke tetangga,” tutupnya. (MAHMUD/SOE/VEM)