BANGKALAN, koranmadura.com – Jelang hari raya Iduladha, masyarakat, harus berhati-hati saat membeli daging di pasaran. Pasalnya, daging gelonggongan mulai ‘bergentayangan’ dan bisa mengelabui pembeli saat permintaan meningkat.
Daging gelonggongan itu sudah tidak murni, sebab sebelum penyembelihan, sapi diberi minum dengan selang secara paksa dalam jumlah besar. Hal itu bertujuan untuk menambah volume atau bobot daging. Sehingga harga jualnya tinggi.
Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kabidkesmavet) Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan Siti Sumirah menyampaikan, antara daging gelonggongan dengan yang benar-benar murni bisa dibedakan. Salah satunya, saat digantung akan mengeluarkan air dari dagingnya.
“Bisa terlihat, daging gelonggongan akan meneteskan air ketika digantung,” katanya, Jumat, 17 Juli 2020.
Jika daging tersebut tak digantung dan tak terlihat tetesan air, daging gelonggongan bisa dilihat dari suspensi daging yang lebih lunak. Selain itu, warnanya lebih pucat. Tidak seperti daging murni yang lebih memerah.
“Bisa diperhagikan suspensi daging lunak dan memucat,” katanya menjelaskan ciri-cirinya.
Pihaknya mengimbau, masyarakat agar lebih berhati-hati untuk membeli daging. Karena dengan meningkatnya permintaan akan dijadikan kesempatan untuk meraup keuntungan.
“Imbauan kami agar lebih hati-hati dan perhatikan dagingnya. Tapi sampai saat ini belum ada,” katanya. (MAHMUD/ROS/VEM)