SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, menginginkan pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati (pilkada) Sumenep tahun ini berlangsung damai.
A. Busyro Karim meminta seluruh pihak berperan serta mewujudkan hal tersebut. Termasuk kalangan wartawan yang dinilai sebagai salah satu pilar dalam rangka mewujudkan pelaksanaan pilkada damai.
“Kekuatan wartawan ini luar biasa. Artinya, kalau misalnya dibantu maksimal oleh para wartawan, itu bisa jadi pilar untuk menyokong pelaksanaan pilkada yang kondusif dan damai,” ujar Bupati.
Hal itu disampaikan Bupati saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan Pengurus Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) periode 2020 – 2022 dan Diskusi dengan tema: kerja sama kamtibmas menuju pilkada serentak sukses, Jumat, 7 Agustus 2020.
Menurut Bupati Sumenep dua periode ini, salah satu peran yang bisa dilakukan para kuli tinda dalam rangka mewujudkan pelaksanaan pilkada yang damai ialah bersama-sama pihak terkait menangkal segala bentuk hoaks yang biasanya marak ketika momen pilkada.
“Saya misalnya belajar dari Pilpres yang dulu. Mudah-mudahan tidak terjadi di Sumenep. Saat itu isu-isu sektarian dikembangkan begitu luas. Isu-isu keagamaan yang dipelintir begitu kuat. Akhirnya luar biasa terasa di berbagai tempat panasnya pemilihan presiden. Hal seperti itu tidak boleh terjadi di Sumenep,” tegasnya.
Untuk itu, Bupati mengajak kepada semua pihak agar ke depan lebih rasional dan dewasa dalam berpolitik. Sehingga dalam perkembangannya pelaksanaan pilkada dapat berjalan sesuai harapan bersama.
“Sebab pilkada yang disebut sukses itu ketika sebelum pelaksanaan aman sesuai aturan, ketika hari H tidak ada apa-apa, dan setelah itu, produknya bisa membawa Sumenep ke arah lebih baik,” tambah dia. (FATHOL ALIF/SOE/VEM)