SUMENEP, koranmadura.com – Suasana belum terlalu terik. Sembilan orang anak usia sekolah dasar (SD) tampak semangat dan memperhatikan apa yang disampaikan gurunya.
Para siswa kelas III SDN Pangarangan III Sumenep, Madura, Jawa Timur, ini rupanya sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di luar jaringan di masa pandemi Covid-19.
Bertempat di Taman Bunga Sumenep, kegiatan belajar mengajar tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak dan memakai pelindung wajah (face sield).
Anak-anak itu tampak senang. Maklum, sudah berbulan-bulan mereka harus mengikuti sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau dalam jaringan akibat pandemi Covid-19.
Guru sekaligus Wali Kelas III SDN Pangaran III Sumenep Deni Rohmi Wahyuni menuturkan, kegiatan belajar mengajar di luar jaringan seperti itu baru memasuki minggu kedua. Dalam seminggu ada tiga kali pertemuan.
“Tiga pertemuan itu karena satu kelas dibagi tiga. Kan, kalau di kelas tiga ada 27 murid, jadi itu dibagi tiga. Sehingga setiap pertemuan hanya ada sembilan murid,” tuturnya, Kamis, 13 Agustus 2020.
Menurut dia, kegiatan tersebut sudah berdasarkan kesepakatan wali siswa. “Sebenarnya kami hanya menyerap aspirasi dari masyarakat (wali siswa). Mereka memang menginginkan ada kegiatan belajar di luar jaringan, ” jelasnya.
Dia mengungkapkan, selama proses PJJ memang ada beberapa kendala yang tak bisa dipungkiri. Di antaranya ada yang terkendala media, waktu orang tua, dan tingkat pemahaman orang tua murid yang tidak sama.
“Kemudian anak-anak kalau kelamaan menggunakan media HP, kami khawatir terhadap kesehatan mata mereka. Karena sudah sejak Maret anak-anak belajar secara online,” tambah Deni.
Di samping itu, jika terus-terusan belajar di rumah dia mengaku khawatir semangat belajar anak-anak didiknya akan kendor. “Makanya kami berembuk, dan atas kesepakatan wali siswa akhirnya kami melaksanakan kegiatan belajar mengajar di luar jaringan. Tapi tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.
Soal tempat, itu juga merupakan kesepakatan wali siswa. Kebetulan pada pertemuan kali ini disepakati di taman kota. “Jadi bisa berubah nanti. Tempatnya tidak di sini,” pungkasnya.
Salah seorang wali siswa, Fredi Safril Wijayanto berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar di luar jaringan.
Menurut dia, dengan kegiatan tersebut anaknya merasa senang. “Tadi saya lihat, anak-anak sepertinya senang belajar seperti ini. Mungkin karena bisa ketemu dengan teman-teman sekolahnya meski tidak semuanya,” ujar dia. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)