PAMEKASAN, koranmadura.com – Harga ayam broiler di wilayah kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, anjlok. Hal itu mengakibatkan jumlah peternak melakukan aksi demo kepada pemerintah beberapa hari yang lalu guna meminta solusi.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Abdiyati mengatakan, pihaknya akan membuat surat edaran untuk membeli ayam yang dimiliki peternak lokal.
“Disperindag sudah berupaya, yang pertama membuat Surat Edaran Bupati Pamekasan tentang imbauan yang isinya meminta rumah makan, restoran, pedagang kaki lima, kafe dan juga pedang pasar untuk menggunakan peternak ayam lokal sebagai bahan baku sajian menu makanan olahan daging ayam (mereka, red),” ungkapnya, Sabtu, 29 Agustus 2020.
Surat edaran itu, kata Abdiyati, akan disebar ke setiap toko dan restoran serta semacamnya itu agar menjadi perhatian oleh mereka.
“Untuk saat ini kami sudah mengajukan surat edaran Bupati tentang imbauan mengenai pembelian ayam broiler itu biar membeli ayam local. Sejauh ini kami masih menunggu surat edaran itu turun, baru nanti kalau sudah turun, baru akan disebar,” paparnya.
Dikatakan olehnya, anjloknya harga ayam broiler ini tidak hanya terjadi di Pamekasan, namun di wilayah lain di Jawa Timur mengalami penurunan harga.
“Bukan hanya Pamekasan yang mengalami seperti ini, semua kabupaten mengalami seperti ini, artinya daging ayam di level ternak lho, kalau level pasar Rp 30-35 ribu per kilogram,” jelasnya. (SUDUR/ROS/DIK)