SUMENEP, koranmadura.com – Minggu, 23 Agustus 2020, sekira jam 18.30 WIB, Asmad, warga Desa Tambaagung Tengah, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, keluar rumah seorang diri.
Asmad berjalan kaki saat hendak menjemput anaknya yang sedang mengaji di Masjid Nurul Huda.
Di tengah perjalan, saat melintas di halaman sebuah rumah, Asmad dipanggil oleh istri Tamim. Ia pun masuk ke dalam ruang tamu rumah dimaksud.
Di sana, istri Tamim mengutarakan maksudnya, yakni ingin pinjam uang. Namun sebelum dijawab, tiba-tiba Tamim masuk ke ruang tamu dan langsung membacok Asmad menggunakan sebilah parang.
“Korban dibacok sebanyak 7 kali hingga mengalami beberapa luka robek,” tutur Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, dalam rilisnya, Senin, 24 Agustus 2020.
Setelah mengalami beberapa kali bacokan, Asmad berhasil lari menyelamatkan diri. Ia keluar dari dalam rumah pelaku menuju ke rumah salah seorang warga setempat.
Asmad pun diantar oleh warga ke sebuah klinik di Kecamatan Ambunten guna menjalani rawat inap. “Setelah korban berada di klinik Barokah, istri korban datang melaporkan kejadian itu ke Polsek Ambunten,” tambahnya.
Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan sebuah baju lengan pendek motif kotak warna kombinasi putih hitam dan sebuah sarung motif bergaris dengan warna kombinasi merah dan biru yang terdapat bercak merah diduga darah korban. (FATHOL ALIF/DIK)