KORANMADURA.com – Sebatang pohon kelapa di Dusun Kembang, Desa Keputran, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, memiliki keunikan. Pohon kelapa tersebut memiliki sembilan cabang dan tumbuh dengan baik.
“Kalau tidak salah cabangnya ada sembilan. Pohon yang menanam bapak, benih dikasih dari temannya,” kata pemilik pohon kelapa bercabang sembilan, Muhaji Wirana (40), dilansir detikcom, Jumat, 28 Agustus 2020.
Baca: Aneh, Pohon Kelapa di Desa Tenonan Bercabang Dua
Pantauan di lokasi, siang tadi, pohon kelapa itu berada di tepi jalan raya. Namun jika tidak dicermati tak terlihat.
Tingginya sekitar 15 meter dengan posisi miring ke jalan. Pohon tersebut di tengahnya bercabang dua, ke kanan dan ke kiri.
Cabang yang ke kanan kemudian bercabang lagi. Sedangkan yang cabang ke kiri bercabang tiga dan di salah satu dari tiga cabang itu bercabang lagi.
Muhaji menceritakan, benih dari pohon kelapa itu dibawa oleh ayahnya, Trigono dari daerah Sidowayah, Klaten Tengah. Sejak masih kecil, pohon tumbuh normal.
“Pohon tumbuh normal. Dulu di sekelilingnya banyak pohon jadi tidak diketahui kapan mulai bercabang ya tapi mungkin sudah sekitar 20 tahun,” lanjut Muhaji.
Meskipun bercabang, sambung Muhaji, pohon kelapa itu berbuah normal. Pernah dipetik semua bijinya mencapai sekitar 30 butir.
“Dulu tak habisin dapat 30-an kelapa. Rasanya juga tidak berbeda dengan buah kelapa lainnya, bentuknya juga sama dan satu janjang bisa 6-7 buah,” terang Muhaji.
Pohon kelapa itu, ucap Muhaji, sekarang jadi tontonan warga yang lewat di depan rumahnya. Karena sebelumnya tidak terlihat karena terhalang pohon lain.
“Dulu terhalang pohon jadi tidak terlihat dari jalan. Sekarang terlihat dan sering sekali orang lewat berhenti mengambil gambarnya atau menonton,” papar Muhaji.
Karena aneh, tambah Muhaji, sering ada orang yang meminta buahnya. Kadang untuk benih dan ada juga yang untuk obat.
“Kadang diminta buahnya untuk benih dan ada juga yang untuk obat. Tapi belum pernah ada yang laporan bercabang atau sembuh,” kata Muhaji.
Menurutnya, pohon unik itu menjadi kesayangan keluarganya. Dia bercerita, pernah ada yang mau membeli atau menukarnya dengan mobil. Namun tawaran itu ditolaknya.
“Pernah mau ditukar mobil tapi juga tidak boleh. Biar untuk tontonan saja,” aku Muhaji.
Sementara itu, Suparman, warga Gondang, Kebonarum yang berhenti untuk melihat pohon kelapa itu mengatakan, pohon itu menarik perhatiannya.
“Ini cabangnya ada sembilan. Padahal setahu saya pohon kelapa itu berbatang tunggal,” ungkap Suparman di lokasi.
Sebelumnya, di sebuah dusun bernama Mandala, Desa Tenonan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terdapat pohon kelapa justru tumbuh bercabang dua.
Kedua batang kelapa tersebut tumbuh seperti yang lain, yakni sama-sama berbuah. Janur (daun) di kedua batang itu pun juga bersemi dan menghijau.
Entah, apakah pohon kelapa itu menjadi sesuatu yang mistis, seseorang pasti mempunyai pemikiran yang berbeda. Ada yang meyakini sebagai hal yang keramat ada yang menganggap adalah hal yang biasa-biasa saja.
Diketahui, pohon kelapa itu kepunyaan Moh. Rais (45), warga setempat. Menurutnya, pohon kelapa miliknya itu merupakan hasil dari jual beli tanah.
“Saya tahu pohon kelapa itu memang sudah bercabang. Tapi belum berbuah waktu itu, karena tanah itu saya beli,” ujarnya, Sabtu, 11 November 2019.
Ditanya apakah pohon kelapa itu akan dijual bila ada yang ingin membeli, menurutnya akan dijual. “Ya, akan dijual kalau harga tawarnya tinggi. Sempat dulu pernah ada yang nawar, tapi harga terlalu murah,” jawabnya.
Bagi dirinya, pohon kelapa tersebut tetap menjadi sesuatu yang istewa dari pohon kelapa yang tumbuh berjejer di sekitarnya. Bagaimana tidak, sekali memanjat dua batang teratasi. (ROS/DIK)