SAMPANG, koranmadura.com – Meningkatnya wilayah desa terdampak kekeringan kritis di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, di musim kemarau 2020, menjadikan rencana suplai distribusi air bersih ikut ditingkatkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Anang Joenaidi menyatakan, musim kemarau 2020 di wilayahnya mengalami peningkatan yang mulanya sebanyak 67 desa kini bertambah menjadi 87 desa kekeringan kritis. Dengan demikian, pihaknya dalam melakukan ditribusi atau dropping air bersih direncanakan terjadi penambahan.
“Untuk penanggulangan jangka pendeknya tetap, yaitu dropping air bersih ke desa-desa tersampak kekeringan. Cuma untuk musim kemarau saat ini kami rencanakan intensitas dropping air bersih menjadi enam tanki per desa. Tentunya bekerjasama dengan pihak PDAM dan mudah-mudahan pihak swasta juga mau diajak bekerjasama. Kalau sebelumnya tiga tanki air per desa kini direncanakan bertambah menjadi enam tanki air,” janjinya, Sabtu, 15 Agustus 2020.
Terkait anggaran, Anang mengaku masih proses pengajuan dan laporan kepada kepala daerah setempat serta menunggu SK Bupati, sebab penggunaan angggaran tersebut bersumber dari APBD jalur Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Untuk setiap tahunnya memang kami menggunakan dari belanja tak terduga. Tahun lalu kami anggarkan Rp 92 juta dan yang jelas untuk anggaran tahun ini akan bertambah pula,” katanya.
Lanjut Anang mengaku, untuk tiga tanki air atau diperkirakan setara dengan 15 ribu liter air hanya mampu menjangkau 200 orang saja. Sehingga rencana penambahan suplai air menjadi enam tanki atau setara 30 ribu liter nantinya akan mampu menjangkau kurang lebih 400 orang.
“Tapi sebenarnya dulu tiga tanki itu masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Makanya, mudahan-mudahan dengan penambahan suplai air mampu sedikit kebutuhan air bersih,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)