SUMENEP, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengklaim sejauh ini, minimal sampai 11 Agustus 2020, belum ada permintaan bantuan air bersih.
“Sejauh ini belum ada (desa yang mengajukan bantuan air bersih kepada BPBD Sumenep),” ungkap Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi kepada wartawan.
Menurut dia, BPBD Sumenep sudah menyampaikan kepada pihak kecamatan, khususnya di daerah-daerah rawan terdampak kekeringan, agar jika ada desa yang mulai terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih mengajukan permohonan kepada pihaknya.
“Kami sampaikan agar desa-desa yang mengalami krisis air bersih supaya menyampaikan permohonan, untuk kemudian dilakukan verifikasi lapangan sebelum bantuan diberikan,” papar dia.
Baca: Krisis Air Bersih di Sumenep Meluas
Meski begitu, sambungnya, pihaknya sudah pernah menyalurkan bantuan air bersih, yakni ke Desa Tambaagung Tengah, Kecamatam Ambunten. “Selain itu belum,” tambah Rahman.
Sekadar diketahui, di Sumenep ada beberapa daerah yang rawan mengalami kekeringan, baik kering kritis maupun langka. Seperti di Kecamatan Pasongsongan, Ambunten, Batuputih, Batang-Batang, Talango, Ambunten, Saronggi, dan Bluto. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)